5 Wisata Outdoor Ekstrem di Bandung untuk Puaskan Adrenalin

5 Wisata Outdoor Ekstrem di Bandung untuk Puaskan Adrenalin

Bagi pencinta wisata outdoor, terutama yang suka dengan tantangan, berlama-lama di rumah tentu saja bukan kegiatan yang menarik. Apalagi setelah sekian lama mesti membatasi aktivitas akibat pandemi.

Terlebih kini, wisata outdoor dianggap lebih aman bagi traveler karena dapat meminimalisir risiko tertular di masa pandemi. Sebab kamu tak mesti berada di ruang tertutup bersama banyak orang dalam waktu lama.

Nah, untuk mengobati rasa rindu terhadap kegiatan-kegiatan ekstrem, kamu bisa menyempatkan diri datang ke Bandung. Sebab ada beragam tempat wisata outdoor yang sanggup bikin jantung kamu berdebar kencang!

Penasaran apa saja wisata outdoor yang ada di Kota Kembang? Yuk, simak ulasannya berikut!

 

1. Rock Climbing dan Hammocking di Padalarang


Foto: Instagram/@tebinghawu_official

Padalarang memang dikenal sebagai surganya wisata outdoor buat kamu yang suka kegiatan ekstrem. Di Padalarang, kamu bisa memanjat tebing batu (rock climbing) atau bersantai di atas ketinggian (hammocking), tepat di antara tebing-tebing tinggi. Ketinggian hammocknya saja berada di sekitar 100 meter.

Ada dua tempat yang bisa kamu tuju di Padalarang untuk mencoba kedua aktivitas tersebut, yakni Tebing Citatah dan Tebing Hawu. Kedua kawasan ini sering didatangi para pemanjat tebing atau komunitas pencinta olahraga ekstrem. Baik dari Bandung, maupun dari kota-kota lainnya seperti Jakarta.

Selain rock climbing dan hammocking, kamu juga bisa mencoba aktivitas ekstrem lainnya, yaitu high line. High line adalah berjalan di atas tali yang disambungkan dari satu tebing ke tebing lainnya, dengan ketinggian 50 meter. Wah, seru banget, ya!

 

2. Rope Jumping di Rajamandala


Foto: Instagram/@zachandzar

Wisata outdoor yang satu ini sangat jarang kamu temukan pada hari-hari biasa, kecuali pada akhir pekan. Berlokasi di Jembatan Rajamandala, kamu bisa menantang dirimu melalui aktivitas ekstrem rope jumping.

Rope jumping adalah aktivitas ekstrem mirip bungee jumping. Bedanya, peralatan yang digunakan dalam melakukan aktivitas ini sama dengan yang biasa kamu butuhkan untuk memanjat tebing.

Saat rope jumping, kamu akan dipasangi tali kernmantel dan seat harness agar aman. Setelah itu, kamu akan diajak untuk meloncat dari ketinggian 30 meter di atas Sungai Citarum. Sensasinya? Tentu saja luar biasa. Kapan lagi kamu meloncat dan berayun dari atas Sungai Citarum di kawasan penghubung Bandung Barat dan Cianjur itu?

 

3. Off Road di Lembang dan Pangalengan


Foto: kumparan

Wisata outdoor ekstrem berikutnya adalah offroad. Melalui wisata offroad, kamu akan diajak menyusuri jalur-jalur yang tak pernah kamu bayangkan dengan menggunakan Land Rover. Mulai dari jalanan yang berbecek, penuh batu-batuan terjal, tidak rata, berlumpur, bahkan banjir.

Ada dua tempat wisata yang bisa kamu sambangi demi mencoba offroad. Di Bandung Utara, kamu bisa datang ke Lembang. Tepatnya di Sukawana yang terletak di antara Gunung  Burangrang dan Tangkuban Perahu.

Jalur Sukawana sangat menantang namun menawarkan pemandangan yang benar-benar indah. Kamu bisa melihat kebun teh, Gunung Putri, serta Jayagiri yang dihiasi pepohonan pinus.

Sementara itu, di kawasan Bandung Selatan, kamu bisa menyambangi Hutan Rahong, Pangalengan. Di tempat ini, kamu bisa menikmati pepohonan pinus menjulang tinggi yang tak jauh dari Situ Cileunca. Jalurnya yang tak rata dan penuh tantangan bikin pengalaman offroad di Hutan Rahong juga sangat berkesan. Siap-siap saja perut kamu dibolak-balik!

 

4. Trek Palintang


Foto: Pegang Urat Bike Bandung

Buat kamu yang suka gowes dan menantang adrenalin, kamu bisa mencoba trek seru di Palintang. Palintang adalah nama kampung di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Bandung Timur. Palintang berada sekitar 8 km di utara Ujungberung.

Trek Palintang merupakan tempat favorit buat penyuka sepeda gunung uphill dan offroad. Sebab, wisata outdoor yang satu ini dikelilingi kawasan perbukitan dengan medan yang sulit, bahkan tak jarang curam. Kondisi jalan yang rusak, menanjak, dan berbatu justru memberikan keseruan tersendiri bagi para penikmatnya.

Di luar dari itu, kamu juga bisa menikmati kesejukan khas Bandung serta pemandangannya yang memanjakan mata. Makanya, enggak heran, trek Palintang selalu ramai dicari oleh pencinta sepeda gunung yang suka tantangan.

 

5. Rafting di Pangalengan

Aktivitas ekstrem berikutnya yang bisa kamu coba saat wisata outdoor di Bandung adalah rafting. Kamu bisa berwisata rafting di Sungai Palayangan, Pangalengan. Kamu akan menyusuri sungai dari Situ Cileunca hingga Hutan Pinus Rahong.

Sungai Palayangan memiliki tingkat kesulitan yang beragam. Sehingga cocok buat kamu yang masih pemula maupun yang telah berpengalaman. Nikmati pengalaman mengayuh perahu di tengah arus deras air, sembari menghindari bebatuan sambil menikmati pemandangan Bandung yang menawan. Seru sekali, ya!

Salah satu penyedia layanan rafting di Pangalengan adalah Arture Indonesia. Cukup dengan merogoh kocek mulai dari Rp 125 ribu, kamu bisa menikmati arung jeram sejauh 5 km selama 90 menit. Kamu juga akan mendapatkan welcome drink, snack, makan berat, dan peralatan rafting seperti perahu, pelampung, dan dayung.

Akan ada pula safety equipment & rescue team, rest area, tempat bilas, asuransi, local transport, instruktur. Jadi, kamu tak perlu khawatir untuk kesiapanmu dan tim ketika rafting bersama orang-orang tersayang.

Selain rafting, Arture Indonesia juga menyediakan layanan wisata outdoor menarik lainnya seperti flying fox, paintball, offroad, camping, dan banyak lagi pilihan paket team building lainnya. Keren, kan.

Ingin lebih mudah dan ringkas? Kamu bisa memilih paket trip dan aktivitas outbound yang sesuai dengan kebutuhanmu, bahkan hingga penginapannya.

Untuk bisa mendapatkan semua keseruan dan kemudahannya, langsung saja cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Agar tak kehabisan slot, jangan lupa untuk booking jadwal perjalanan kamu, ya. Ada promo seru untuk bulan Agustus ini, lho. Kamu tertarik? (HR)

 

Flying Fox Cocok Untuk Melengkapi Liburan Kamu

Flying Fox Cocok Untuk Melengkapi Liburan Kamu

Flying Fox Serta Alasan Kenapa Harus Mencobanya

Flying Fox sebenarnya sering digunakan dalam istilah yang mengacu pada aktivitas yang menggunakan zip line (yang terdiri dari katrol yang digantungkan ke wire atau kabel baja) berskala kecil, yang biasanya digunakan untuk permainan anak-anak.

Flying Fox adalah istilah yang digunakan dalam Bahasa Inggris Australia dan Selandia Baru. Namun di negara ini, flying fox mengacu pada peralatan zip line profesional, sehingga skalanya lebih besar dari sekedar untuk permainan anak-anak. Di masa lalu, di pedalaman Australia, flying fox digunakan untuk mengantarkan makanan, rokok, atau alat-alat lainnya kepada orang-orang yang bekerja di sisi lain dari sebuah “hambatan” yang menjadi penghalang antara si pengirim dan si penerima, misalnya seperti sungai yang besar.

Di beberapa negara, istilah permainan adventure ini berbeda-beda, seperti zip line, sypline, zip wire, aerial runway, aerial ropeslide, death slide, atau foefie slide, dengan bentuk yang berbeda-beda pula. Untuk itu, permainan flying fox di Indonesia berarti diadaptasi dari yang berada di Australia.



Oh iya, tapi tahukah kamu sebelumnya bahwa sebenarnya Flying Fox adalah nama hewan? Dalam Bahasa Indonesia, hewan ini disebut kalong. Kata “kalong” seringkali digunakan alih-alih kelelawar dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah hal ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Seperti ini rupanya:

Flying=terbang, fox=rubah, maka secara literal artinya adalah rubah terbang. Dinamakan demikian mungkin wajah dari kalong ini berbentuk seperti rubah. Lalu mengapa permainan ini dinamakan persis seperti hewan ini? Mengapa tidak nama burung lain seperti elang, merpati, atau yang lainnya?

Hmmm.. Kemungkinan hal ini karena “rubah” yang satu ini bisa terbang sebab memiliki sayap. Maka seperti halnya “rubah” ini, kita pun manusia bisa terbang jika diberi alat bantunya untuk terbang. Namun perlu diingat bahwa hal ini hanyalah kemungkinan, maka ini hanya opini sendiri karena belum menemukan keterkaitannya.

Anyway.. Kembali lagi ke wahana outbound flying fox. Melakukan aktivitas flying fox ini memiliki beberapa manfaat, sehingga kamu wajib untuk mencobanya.

1. Menikmati Keindahan Alam di Bawah Lintasan Flying Fox

Salah satu kelebihan flying fox adalah kita bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian gan. Serasa seperti terbang di udara. Karena memang itulah ciri khas flying fox, yaitu menawarkan pemandangan alam yang dilintasi di bawahnya. Bisa berupa sungai, pantai, sawah, atau hutan.

2. Menempa Keberanian

Ini sudah pasti. Banyak orang yang masih takut terhadap ketinggian. Tapi itu biasanya cuma di awal saja dan karena orang tersebut belum mencoba. Pikirannya sudah dibayangi rasa takut kalau flying fox itu tidak aman dan nantinya akan jatuh. Padahal, selama prosedur keamanan sudah baik, anda tidak perlu terlalu khawatir lagi. Menempa keberanian melalui wahana flying fox tentunya akan membuat anda menjadi seorang yang lebih pemberani dalam menerima tantangan hidup.

3. Melepas Stress

Kalau anda merasa penat atau stress sama pekerjaan, aktivitas sekolah atau kuliah pastinya butuh rekreasi atau mencoba wahana yang bisa melepasa stress. Flying fox bisa jadi salah satu alternatif wahana untuk anda melepas stress. Karena ketika anda mencoba flying fox dan sudah melintasi alam di bawahnya, anda bisa sambil teriak. Dengan teriak itulah, beban hidup anda serasa dikeluarkan melalui teriakan. Tak percaya? Silakan mencobanya sendiri.

Itu dia beberapa manfaat dari mencoba wahana flying fox. Tertarik untuk mencobanya? C-Rafting juga punya beberapa paket flying fox & paket outbound lainnya yang bisa kamu pilih nih guys! Sampai jumpa di arena yah!

***

Sumber: adventuretravel.co.id dan kaskus.co.id