Villa Jerman Pangalengan, begitu kira-kira orang memanggilnya.

Vila yang didominasi warna putih dengan rangka cokelat tua itu berdiri megah di tengah perkebunan teh. Nampak sangat kontras dengan hamparan hijau yang ada di sekitarnya.

Villa Jerman Pangalengan berada di kawasan wisata Perkebunan Teh Cukul. Julukannya itu berasal dari bentuknya yang mirip dengan rumah-rumah pedesaan yang bisa kamu temukan di negeri yang dikenal pula sebagai Deutschland itu.

Berdiri di dataran dengan ketinggian 1600 mdpl, vila tua itu merupakan rumah yang sarat sejarah. Tak ada yang tahu pasti kapan vila tersebut didirikan. Namun, Villa Jerman Pangalengan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Ketika Pangalengan masih menjadi kawasan perkebunan dan pusat peternakan sapi perah. Peternakan sapi dibuat untuk memenuhi kebutuhan bangsa Belanda terhadap susu.

Bentuknya Klasik dan Unik

Villa Jerman Pangalengan
Foto: Instagram/@bagusreza

Arsitekturnya yang klasik bergaya Eropa menjadikan Villa Jerman Pangalengan kerap dijadikan sebagai lokasi untuk syuting film. Ukurannya sangat besar. Bahkan melebihi bangunan yang ada di sekitarnya.

Tidak heran, bangunan tersebut seakan langsung mengundang mata pengunjung untuk memperhatikannya. Saking besarnya, kamu bahkan masih bisa melihat Villa Jerman Pangalengan dari seberang danau yang ada di depannya.

Villa Jerman di Pangalengan ini pernah mengalami kerusakan berat akibat gempa 2009 silam. Untuk memperbaikinya, rumah tersebut pun dipugar. Kini Villa Jerman Pangalengan dimiliki oleh perusahaan teh ternama Indonesia, Sosro.

Sayangnya, setelah pemugaran, bangunan ikonik tersebut tak lagi diperuntukkan untuk umum. Hanya tamu perkebunan yang diperbolehkan masuk dan mengeksplorasi vila.

Kalau pun ada yang diperbolehkan untuk masuk, jam kunjungannya dibatasi. Wisatawan hanya diperbolehkan berkunjung sampai pukul 18.00 WIB.

Sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya. Sebelum rusak karena gempa, wisatawan bisa masuk menjelajah hingga ke seluruh kamar, termasuk lantai dua.

Sayangnya, setelah direnovasi, bangunan Villa Jerman tidak diperuntukkan wisatawan umum. Hanya tamu perkebunan yang dapat menjelajah rumah tersebut. Padahal, sebelumnya, setiap wisatawan bebas masuk ke gedung dua lantai dengan banyak kamar tersebut. Bahkan, kini jam kunjungan pelancong dibatasi hanya sampai pukul enam sore waktu setempat.

Dikenal Angker dan Misterius

Foto: Instagram/@thelaxi

Di balik keindahannya yang menghipnotis, kabarnya bangunan yang juga dikenal sebagai Villa Cukul itu menyimpan kisah misteri. Konon, landmark ini dikenal pula sebagai Villa Merah karena kisahnya yang menyeramkan.

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, Villa Jerman Pangalengan pernah menjadi saksi bisu pembunuhan sadis yang tak terungkap. Saat pembunuhan terjadi, bekas darah berceceran di lantai dan menjadikan rumahnya ‘merah’.

Arwah korban juga kabarnya sering menampakkan diri pada orang-orang yang berkunjung ke sana. Selain itu, sering kali saat tengah malam, terdengar suara musik yang tak kunjung berhenti hingga subuh menjelang.

Jadi “Spot Selfie” Populer

Villa Jerman Pangalengan
Foto: Instagram/@ellenamerinna

Larangan untuk memasuki Villa Jerman Pangalengan tentu saja enggak langsung menyurutkan semangat traveler. Walau tidak diberi masuk, kamu masih bisa menikmati keindahannya dari kejauhan.

Kamu bisa sekadar memanjakan mata melalui pesonanya yang memikat atau mengabadikannya lewat kamera. Kamu bisa menggunakan drone untuk mendapatkan top view yang klasik dan berkelas itu.

Alternatif lainnya untuk kamu yang enggak punya drone, kamu bisa menjadikan vila unik ini sebagai background foto. Cukup dengan memanfaatkan gadget yang ada dan berpose favorit, kamu bisa bikin semua followers iri dengan hasil foto yang apik.

Apalagi dari segi biaya, tiket masuk menuju Perkebunan Teh Cukul yang ada di sekitarnya relatif terjangkau. Kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu saja per orang. Murah meriah, kan!

Masih ada lagi, lho. Kalau kamu bisa datang lebih pagi, ketika langit masih gelap. Kamu bisa mendapat kesempatan menikmati sunrise indah yang muncul dari balik hijaunya kebun teh.

Nikmati eksotisme Perkebunan Teh Cukul dan sunrise berpadu dengan suasana sejuk khas Pangalengan. Dijamin bikin pengin datang lagi, lagi, dan lagi.

Rute dan Lokasi

Foto: Instagram/@unboxing_indonesia

Untuk bisa menyambangi Villa Jerman Pangalengan, kamu cukup datang berkunjung ke Perkebunan Teh Cukul. Jaraknya sekitar 63 km dari Kota Bandung dengan waktu perjalanan kurang lebih 2 jam 11 menit.

Perkebunan Teh Cukul sendiri di Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan. Dari Kota Bandung, kamu bisa mengambil jalan menuju Baleendah, lalu Banjaran, hingga sampai di Pangalengan. Nanti lokasi vilanya tepat di pinggir Jalan Raya Cukul arah ke Talegong.

Akan sangat mudah untuk menemukan vila ini karena bentuknya yang berbeda dan ukurannya yang di atas rata-rata. Tetapi, kalau kamu takut tersesat, ada baiknya mengaktifkan layanan penunjuk arah seperti Google Maps atau Waze.

Tips Berkunjung

Foto: Instagram/@daniel.dahni

Jalanan menuju ke Cukul atau Pangalengan cukup menantang. Lereng perbukitan dan lembah yang berkelok akan jadi lintasan yang pasti kamu lewati saat berkunjung.

Oleh karena itu, kamu mesti ekstra berhati-hati ketika menyetir. Terutama bila kamu datang sebelum matahari terbit atau pada pagi hari. Biasanya kabut tebal akan turun dan memperpendek jarak pandang.

Belum lagi kawasan ini terkenal rawan longsor saat musim hujan. Lembah yang berada di bawah dataran tingginya juga memiliki topografi yang curam. Bisa mencapai 200 m dari jalan raya.

Di luar itu, kamu juga harus ingat, bahwa Pangalengan adalah kawasan yang sejuk. Supaya tidak kedinginan atau masuk angin, kamu mesti mengenakan pakaian hangat atau jaket, bahkan saat siang hari.

Lalu, jangan lupa untuk membawa uang tunai yang cukup untuk membayar tiket masuk dan jajan. Di sekitar Cukul, kamu akan menemukan beberapa warung yang menjajakan minuman hangat dan makanan ringan yang menggoda.

Terakhir, jangan lupa bawa kamera atau ponsel dengan batere penuh. Kan, sayang banget, kalau kamu sudah all out, tapi baterenya habis.

Buat kamu yang enggak pengin jalan-jalan gitu doang, kamu bisa mengisi liburan dengan beragam aktivitas seru lainnya. Misalnya flying fox, paintball, offroad, camping, dan masih banyak lagi.

Nah, supaya enggak repot, kamu bisa langsung menghubungi C-Rafting Pangalengan. Operator perjalanan berbasis di Pangalengan yang siap memenuhi wanderlust traveler.

Menariknya lagi, C-Rafting Pangalengan juga menyediakan penginapan buat kamu yang pengin sekalian staycation. Kamu bisa cek paket wisata atau paket outbound yang disediakan dan langsung booking jadwal perjalanan kamu supaya enggak kehabisan slot. Seru banget, kan!