oleh cRafting Pangalengan | Sep 18, 2018 | artikel
Flying Fox Serta Alasan Kenapa Harus Mencobanya
Flying Fox sebenarnya sering digunakan dalam istilah yang mengacu pada aktivitas yang menggunakan zip line (yang terdiri dari katrol yang digantungkan ke wire atau kabel baja) berskala kecil, yang biasanya digunakan untuk permainan anak-anak.
Flying Fox adalah istilah yang digunakan dalam Bahasa Inggris Australia dan Selandia Baru. Namun di negara ini, flying fox mengacu pada peralatan zip line profesional, sehingga skalanya lebih besar dari sekedar untuk permainan anak-anak. Di masa lalu, di pedalaman Australia, flying fox digunakan untuk mengantarkan makanan, rokok, atau alat-alat lainnya kepada orang-orang yang bekerja di sisi lain dari sebuah “hambatan” yang menjadi penghalang antara si pengirim dan si penerima, misalnya seperti sungai yang besar.
Di beberapa negara, istilah permainan adventure ini berbeda-beda, seperti zip line, sypline, zip wire, aerial runway, aerial ropeslide, death slide, atau foefie slide, dengan bentuk yang berbeda-beda pula. Untuk itu, permainan flying fox di Indonesia berarti diadaptasi dari yang berada di Australia.

Oh iya, tapi tahukah kamu sebelumnya bahwa sebenarnya Flying Fox adalah nama hewan? Dalam Bahasa Indonesia, hewan ini disebut kalong. Kata “kalong” seringkali digunakan alih-alih kelelawar dalam percakapan sehari-hari, walaupun secara ilmiah hal ini tidak sepenuhnya tepat, karena tidak semua kelelawar adalah kalong. Kalong terutama merujuk pada kelelawar pemakan buah yang berukuran besar. Seperti ini rupanya:

Flying=terbang, fox=rubah, maka secara literal artinya adalah rubah terbang. Dinamakan demikian mungkin wajah dari kalong ini berbentuk seperti rubah. Lalu mengapa permainan ini dinamakan persis seperti hewan ini? Mengapa tidak nama burung lain seperti elang, merpati, atau yang lainnya?
Hmmm.. Kemungkinan hal ini karena “rubah” yang satu ini bisa terbang sebab memiliki sayap. Maka seperti halnya “rubah” ini, kita pun manusia bisa terbang jika diberi alat bantunya untuk terbang. Namun perlu diingat bahwa hal ini hanyalah kemungkinan, maka ini hanya opini sendiri karena belum menemukan keterkaitannya.
Anyway.. Kembali lagi ke wahana outbound flying fox. Melakukan aktivitas flying fox ini memiliki beberapa manfaat, sehingga kamu wajib untuk mencobanya.
1. Menikmati Keindahan Alam di Bawah Lintasan Flying Fox
Salah satu kelebihan flying fox adalah kita bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian gan. Serasa seperti terbang di udara. Karena memang itulah ciri khas flying fox, yaitu menawarkan pemandangan alam yang dilintasi di bawahnya. Bisa berupa sungai, pantai, sawah, atau hutan.
2. Menempa Keberanian
Ini sudah pasti. Banyak orang yang masih takut terhadap ketinggian. Tapi itu biasanya cuma di awal saja dan karena orang tersebut belum mencoba. Pikirannya sudah dibayangi rasa takut kalau flying fox itu tidak aman dan nantinya akan jatuh. Padahal, selama prosedur keamanan sudah baik, anda tidak perlu terlalu khawatir lagi. Menempa keberanian melalui wahana flying fox tentunya akan membuat anda menjadi seorang yang lebih pemberani dalam menerima tantangan hidup.
3. Melepas Stress
Kalau anda merasa penat atau stress sama pekerjaan, aktivitas sekolah atau kuliah pastinya butuh rekreasi atau mencoba wahana yang bisa melepasa stress. Flying fox bisa jadi salah satu alternatif wahana untuk anda melepas stress. Karena ketika anda mencoba flying fox dan sudah melintasi alam di bawahnya, anda bisa sambil teriak. Dengan teriak itulah, beban hidup anda serasa dikeluarkan melalui teriakan. Tak percaya? Silakan mencobanya sendiri.
Itu dia beberapa manfaat dari mencoba wahana flying fox. Tertarik untuk mencobanya? C-Rafting juga punya beberapa paket flying fox & paket outbound lainnya yang bisa kamu pilih nih guys! Sampai jumpa di arena yah!
***
Sumber: adventuretravel.co.id dan kaskus.co.id
oleh cRafting Pangalengan | Sep 17, 2018 | Paket Explore, Paket Wisata
Harga Rp 175rb/ Pax
Pangalengan merupakan salah satu penghasil susu sapi terbesar di Indonesia. Selain itu, kawasan Situ Cileunca menyimpan beragam objek wisata yang masih alami, mulai dari Wisata Alam, Sejarah, Air, hingga Wisata Petualangan.
Dengan memilih paket explore Pangalengan, anda dapat menikmati keindahan alam yang dimiliki kawasan wisata Situ Cileunca yang selalu membuat pengunjungnya betah untuk berlama-lama.
Fasilitas :
- Transportasi & tiket masuk wisata
- Explore bukit gunung Nini
- Sunrise point cukul
- Makam Tn. Boscha
- Penangkaran rusa
- Rumah pengabdi setan
- Snack 1x
- Dokumentasi
- Kunjungan ke Pabrik Susu
- Paket oleh-oleh khas Pangalengan
(karamel, kezu mozarela, kerupuk susu, yoghurt, dll)
Booking jadwal sekarang
oleh cRafting Pangalengan | Sep 16, 2018 | Paket Explore, Paket Wisata
Harga Rp 125rb/ Pax
Pangalengan merupakan salah satu penghasil susu sapi terbesar di Indonesia. Selain itu, kawasan Situ Cileunca menyimpan beragam objek wisata yang masih alami, mulai dari Wisata Alam, Sejarah, Air, hingga Wisata Petualangan.
Dengan memilih paket explore Pangalengan, anda dapat menikmati keindahan alam yang dimiliki kawasan wisata Situ Cileunca yang selalu membuat pengunjungnya betah untuk berlama-lama.
Fasilitas :
- Transportasi & tiket masuk wisata
- Explore bukit gunung Nini
- Sunrise point cukul
- Makam Tn. Boscha
- Penangkaran rusa
- Rumah pengabdi setan
- Snack 1x
- Dokumentasi
Booking jadwal sekarang
oleh cRafting Pangalengan | Sep 15, 2018 | artikel, tips
Menjajal Arena Rafting Pangalengan Bersama C-Rafting
Rafting atau arung jeram merupakan kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang. Rafting termasuk ke dalam kategori olahraga air. Rafting memiliki sejarah yang cukup panjang sejak abad ke-19 yang di pelopori John Macgregor seorang pramuka asal Paman Sam (amerika) yang waktu itu memimpin sebuah ekspedisi di sungai Colorado. Perkembangan seiring waktu membawa olahraga arung jeram ke Indonesia dan berkembang sampai saat ini.
Ada beberapa istilah rafting yang harus kamu pahami jika baru memasuki atau mencoba olahraga rafting. Berikut di antaranya:
1. Put In
Titik awal penempatan perahu yang juga merupakan titik awal pengarungan sungai.
2. Take out (end point)
Titik akhir atau finish dari kegiatan rafting. Biasanya di titik ini sudah ada tim yang menjemput peserta untuk diantar ke titik awal pengarungan.
3. Swimmer
Peserta rafting yang terjatuh atau terlempar ke sungai. Kemungkinan semua orang yang pernah rafting adalah swimmer, sebab mayoritas peserta pasti akan terlempar ke sungai.
4. Strainer
Arus sungai yang terhalang oleh runtuhan batu atau pepohonan yang tumbang sehingga tidak bisa mengalir. Bisa juga menjepit perahu yang sedang Kamu naiki. Jadi berhati-hatilah.
5. Skipper
Orang yang memberi instruksi sekaligus sebagai pendamping selama rafting. Dia ini adalah yang memandu para rafter, kapan harus mendayung lebih cepat, kapan harus berbelok, atau kapan harus menghentikan dayungan. Skipper biasanya harus paham betul teknik rafting dan paham prinsip first aid.
6. New Yorker
Sebutan untuk peserta rafting yang suka mengeluh. Jadi, apakah Kamu tergolong New Yorker ini?
7. Waterfall
Bisa bermakna air terjun, berupa turunan di bagian badan sungai. Biasanya memiliki ketinggian nggak kurang dari 2 meter.
8. Wrap
Kondisi boat atau perahu yang terjepit batu besar atau rintangan lainnya. Jika perahu sulit dilepaskan dari jebakan ini, Kamu bisa mengempeskan perahu terlebih dahulu.
9. Tongue
Arus yang mengalir dengan tenang, biasanya membentuk huruf V dan berada di bagian hulu jeram.
10. Throw Bag
Tali dengan panjang bervariasi yang digunakan untuk pemyelamatan jika ada peserta yang jatuh dari perahu. Tali ini digunakan dengan cara dilempar ke arah peserta rafting yang jatuh.
11. Standing Waves
Gelombang besar pada sungai yang dijadikan arus utama.
12. Rooster Tail
Air yang menyembur atau memancar dari bawah, ini biasanya karena ada bebatuan atau rintangan lain di dalam sungai.
13. Undercut
Sebuah tebing atau batu besar yang ada di sisi sungai dan memiliki aliran air di bagian bawahnya. Pusaran air di undercut ini tidak telalu deras di permukaan, namun di bagian bawah arusnya sangat deras dan menggulung ke bawah. Ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya, jadi berhati-hatilah saat instruktur berteriak undercut.
14. Rocks
Ornamen sungai berupa bebatuan yang menonjol ke permukaan air. Bebatuan ini mengakibatkan adanya perubahan arus air dan membuat sungai memiliki jeram.
15. Carnage
Posisi perahu yang terbalik, entah karena terhantam jeram yang deras atau memang sengaja dibalikkan oleh instruktur.
***
Kadang instruktur juga membuat perjanjian di awal untuk menentukan perintah atau instruksi pada peserta dengan istilah yang lebih mudah. Meski demikian Kamu juga harus tahu istilah sebenarnya, agar tidak bingung jika suatu saat mendengar istilah tersebut.
Nah itu dia beberapa pengenalan seputar dunia rafting/ arung jeram. Tertarik untuk mencobanya? Langsung pilih paket rafting beserta outbound lain di c-rafting yah, guys!
Sumber: wikipedia.org dan phinemo.com
Pranala Luar:
oleh cRafting Pangalengan | Sep 14, 2018 | artikel
Situ Cileunca Menyimpan Keindahan Alam Pangalengan
Pangalengan Kabupaten Bandung sudah lama terkenal dengan kebun teh dan salah satu penghasil susu terbaik di Bandung. Tapi, ada satu objek wisata baru yang bikin menarik banyak wisatawan untuk datang ke Pangalengan, bukan cuma untuk menikmati susu dan kebun teh. Ya, di Pangalengan ada Situ Cileunca.
Lokasi
Situ Cileunca berada 45 KM sebelah selatan Kota Bandung dan 185 KM dari Kota Jakarta, berada di ketinggian 1550 M dpl dan dikelilingi oleh dua perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PTPN VIII, letaknya tak jauh dari kecamatan Pangalengan. Uniknya dalam pembangunan Situ Cileunca ini berdasarkan cerita para orang tua dahulu situ ini dibangun oleh banyak orang tetapi tidak menggunakan cangkul melainkan mengunakan halu yang merupakan jenis tongkat panjang yang biasa digunakan penduduk desa jaman dahulu untuk memukul sesuatu.
Sejarah
Menurut sejarah Situ Cileunca merupakan kawasan pribadi seorang warga Belanda bernama Kuhlan yang dulu menetap di Pangalengan. Dalam pembangunannya Situ Cileunca dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 7 tahun (1919 – 1926) dengan membendung aliran sungai Cileunca, sehingga terbuatlah sebuah situ yang akhirnya menjadi sebuah bendungan yang sekarang diberi nama Dam Pulo.
Panorama Alam
Dari sekian banyak danau buatan di sekitar Bandung, Situ Cileunca adalah salah satu yang masih bisa dinikmati keberadaannya. Menurut penduduk sekitar, dahulu banyak terdapat pohon leunca di daerah yang sekarang jadi situ, oleh karena itu danau tersebut dinamakan Situ Cileunca. Situ ini menjanjikan panorama alam nan indah. Tak heran, dulu, orang-orang sempat menjuluki tempat tersebut sebagai Swiss-nya Indonesia. Seiring berjalannya waktu, danau buatan ini bertransformasi menjadi objek wisata karena menyajikan panorama alam yang luar biasa indahnya karena dilengkapi dengan latar pegunungan dan perbukitan alami yang sangat indah. Di sekitar situ terdapat camping ground. Situ Cileunca juga dilengkapi dengan perkebunan arbei dan stroberi. Selain itu kini objek wisata ini disambungkan dengan sungai palayangan yang akhirnya membuka juga fasilitas flying fox dan arum jeram atau rafting dengan berbagai varian tarif dan fasilitas yang berbeda di setiap paketnya.
Beberapa paket penawaran yang bisa menjadi pilihan pembaca bisa ditemukan di C-Rafting Pangalengan.
Aktivitas Berbasis Alam
Selain itu, pengunjung bisa berkeliling dengan perahu untuk memutari danau. Bagi pengunjung yang menyukai kegiatan menantang adrenalin seperti rafting Pangalengan, air keluaran bendung Cileunca biasa digunakan untuk kegiatan tersebut. Selain digunakan untuk wisata, airnya juga digunakan sebagai sumber air bersih warga Bandung dan sebagai pembangkit tenaga listrik. Bagi para wisatawan domestik, objek wisata ini merupakan salah satu sarana pelepas rasa lelah setelah penat beraktifitas, dengan harga yang terbilang sangat murah yaitu Rp 3.000/orang para pengunjung dapat menikmati keindahannya. Jika pengunjung ingin mengelilingi Situ Cileunca serta melihat tanaman strawberry, pengunjung dapat menggunakan perahu yang terdapat di pinggiran Situ tersebut dengan merogoh kocek sebesar Rp 5000/orang, maka para pemilik perahu akan mengantarkan anda melihat pemandangan alam yang terdapat di Situ Cileunca.
oleh : Hidayat Ayatulloh
Sumber: www.disparbud.jabarprov.go.id