Bagi pencinta wisata outdoor, terutama yang suka dengan tantangan, berlama-lama di rumah tentu saja bukan kegiatan yang menarik. Apalagi setelah sekian lama mesti membatasi aktivitas akibat pandemi.
Terlebih kini, wisata outdoor dianggap lebih aman bagi traveler karena dapat meminimalisir risiko tertular di masa pandemi. Sebab kamu tak mesti berada di ruang tertutup bersama banyak orang dalam waktu lama.
Nah, untuk mengobati rasa rindu terhadap kegiatan-kegiatan ekstrem, kamu bisa menyempatkan diri datang ke Bandung. Sebab ada beragam tempat wisata outdoor yang sanggup bikin jantung kamu berdebar kencang!
Penasaran apa saja wisata outdoor yang ada di Kota Kembang? Yuk, simak ulasannya berikut!
Padalarang memang dikenal sebagai surganya wisata outdoor buat kamu yang suka kegiatan ekstrem. Di Padalarang, kamu bisa memanjat tebing batu (rock climbing) atau bersantai di atas ketinggian (hammocking), tepat di antara tebing-tebing tinggi. Ketinggian hammocknya saja berada di sekitar 100 meter.
Ada dua tempat yang bisa kamu tuju di Padalarang untuk mencoba kedua aktivitas tersebut, yakni Tebing Citatah dan Tebing Hawu. Kedua kawasan ini sering didatangi para pemanjat tebing atau komunitas pencinta olahraga ekstrem. Baik dari Bandung, maupun dari kota-kota lainnya seperti Jakarta.
Selain rock climbing dan hammocking, kamu juga bisa mencoba aktivitas ekstrem lainnya, yaitu high line. High line adalah berjalan di atas tali yang disambungkan dari satu tebing ke tebing lainnya, dengan ketinggian 50 meter. Wah, seru banget, ya!
Wisata outdoor yang satu ini sangat jarang kamu temukan pada hari-hari biasa, kecuali pada akhir pekan. Berlokasi di Jembatan Rajamandala, kamu bisa menantang dirimu melalui aktivitas ekstrem rope jumping.
Rope jumping adalah aktivitas ekstrem mirip bungee jumping. Bedanya, peralatan yang digunakan dalam melakukan aktivitas ini sama dengan yang biasa kamu butuhkan untuk memanjat tebing.
Saat rope jumping, kamu akan dipasangi tali kernmantel dan seat harness agar aman. Setelah itu, kamu akan diajak untuk meloncat dari ketinggian 30 meter di atas Sungai Citarum. Sensasinya? Tentu saja luar biasa. Kapan lagi kamu meloncat dan berayun dari atas Sungai Citarum di kawasan penghubung Bandung Barat dan Cianjur itu?
Wisata outdoor ekstrem berikutnya adalah offroad. Melalui wisata offroad, kamu akan diajak menyusuri jalur-jalur yang tak pernah kamu bayangkan dengan menggunakan Land Rover. Mulai dari jalanan yang berbecek, penuh batu-batuan terjal, tidak rata, berlumpur, bahkan banjir.
Ada dua tempat wisata yang bisa kamu sambangi demi mencoba offroad. Di Bandung Utara, kamu bisa datang ke Lembang. Tepatnya di Sukawana yang terletak di antara Gunung Burangrang dan Tangkuban Perahu.
Jalur Sukawana sangat menantang namun menawarkan pemandangan yang benar-benar indah. Kamu bisa melihat kebun teh, Gunung Putri, serta Jayagiri yang dihiasi pepohonan pinus.
Sementara itu, di kawasan Bandung Selatan, kamu bisa menyambangi Hutan Rahong, Pangalengan. Di tempat ini, kamu bisa menikmati pepohonan pinus menjulang tinggi yang tak jauh dari Situ Cileunca. Jalurnya yang tak rata dan penuh tantangan bikin pengalaman offroad di Hutan Rahong juga sangat berkesan. Siap-siap saja perut kamu dibolak-balik!
Buat kamu yang suka gowes dan menantang adrenalin, kamu bisa mencoba trek seru di Palintang. Palintang adalah nama kampung di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Bandung Timur. Palintang berada sekitar 8 km di utara Ujungberung.
Trek Palintang merupakan tempat favorit buat penyuka sepeda gunung uphill dan offroad. Sebab, wisata outdoor yang satu ini dikelilingi kawasan perbukitan dengan medan yang sulit, bahkan tak jarang curam. Kondisi jalan yang rusak, menanjak, dan berbatu justru memberikan keseruan tersendiri bagi para penikmatnya.
Di luar dari itu, kamu juga bisa menikmati kesejukan khas Bandung serta pemandangannya yang memanjakan mata. Makanya, enggak heran, trek Palintang selalu ramai dicari oleh pencinta sepeda gunung yang suka tantangan.
5. Rafting di Pangalengan
Aktivitas ekstrem berikutnya yang bisa kamu coba saat wisata outdoor di Bandung adalah rafting. Kamu bisa berwisata rafting di Sungai Palayangan, Pangalengan. Kamu akan menyusuri sungai dari Situ Cileunca hingga Hutan Pinus Rahong.
Sungai Palayangan memiliki tingkat kesulitan yang beragam. Sehingga cocok buat kamu yang masih pemula maupun yang telah berpengalaman. Nikmati pengalaman mengayuh perahu di tengah arus deras air, sembari menghindari bebatuan sambil menikmati pemandangan Bandung yang menawan. Seru sekali, ya!
Salah satu penyedia layanan rafting di Pangalengan adalah Arture Indonesia. Cukup dengan merogoh kocek mulai dari Rp 125 ribu, kamu bisa menikmati arung jeram sejauh 5 km selama 90 menit. Kamu juga akan mendapatkan welcome drink, snack, makan berat, dan peralatan rafting seperti perahu, pelampung, dan dayung.
Akan ada pula safety equipment & rescue team, rest area, tempat bilas, asuransi, local transport, instruktur. Jadi, kamu tak perlu khawatir untuk kesiapanmu dan tim ketika rafting bersama orang-orang tersayang.
Selain rafting, Arture Indonesia juga menyediakan layanan wisata outdoor menarik lainnya seperti flying fox, paintball, offroad, camping, dan banyak lagi pilihan paket team building lainnya. Keren, kan.
Ingin lebih mudah dan ringkas? Kamu bisa memilih paket trip dan aktivitas outbound yang sesuai dengan kebutuhanmu, bahkan hingga penginapannya.
Untuk bisa mendapatkan semua keseruan dan kemudahannya, langsung saja cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Agar tak kehabisan slot, jangan lupa untuk booking jadwal perjalanan kamu, ya. Ada promo seru untuk bulan Agustus ini, lho. Kamu tertarik? (HR)
Menjajal Arena Rafting Pangalengan Bersama C-Rafting
Rafting atau arung jeram merupakan kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang. Rafting termasuk ke dalam kategori olahraga air. Rafting memiliki sejarah yang cukup panjang sejak abad ke-19 yang di pelopori John Macgregor seorang pramuka asal Paman Sam (amerika) yang waktu itu memimpin sebuah ekspedisi di sungai Colorado. Perkembangan seiring waktu membawa olahraga arung jeram ke Indonesia dan berkembang sampai saat ini.
Ada beberapa istilah rafting yang harus kamu pahami jika baru memasuki atau mencoba olahraga rafting. Berikut di antaranya:
1. Put In
Titik awal penempatan perahu yang juga merupakan titik awal pengarungan sungai.
2. Take out (end point)
Titik akhir atau finish dari kegiatan rafting. Biasanya di titik ini sudah ada tim yang menjemput peserta untuk diantar ke titik awal pengarungan.
3. Swimmer
Peserta rafting yang terjatuh atau terlempar ke sungai. Kemungkinan semua orang yang pernah rafting adalah swimmer, sebab mayoritas peserta pasti akan terlempar ke sungai.
4. Strainer
Arus sungai yang terhalang oleh runtuhan batu atau pepohonan yang tumbang sehingga tidak bisa mengalir. Bisa juga menjepit perahu yang sedang Kamu naiki. Jadi berhati-hatilah.
5. Skipper
Orang yang memberi instruksi sekaligus sebagai pendamping selama rafting. Dia ini adalah yang memandu para rafter, kapan harus mendayung lebih cepat, kapan harus berbelok, atau kapan harus menghentikan dayungan. Skipper biasanya harus paham betul teknik rafting dan paham prinsip first aid.
6. New Yorker
Sebutan untuk peserta rafting yang suka mengeluh. Jadi, apakah Kamu tergolong New Yorker ini?
7. Waterfall
Bisa bermakna air terjun, berupa turunan di bagian badan sungai. Biasanya memiliki ketinggian nggak kurang dari 2 meter.
8. Wrap
Kondisi boat atau perahu yang terjepit batu besar atau rintangan lainnya. Jika perahu sulit dilepaskan dari jebakan ini, Kamu bisa mengempeskan perahu terlebih dahulu.
9. Tongue
Arus yang mengalir dengan tenang, biasanya membentuk huruf V dan berada di bagian hulu jeram.
10. Throw Bag
Tali dengan panjang bervariasi yang digunakan untuk pemyelamatan jika ada peserta yang jatuh dari perahu. Tali ini digunakan dengan cara dilempar ke arah peserta rafting yang jatuh.
11. Standing Waves
Gelombang besar pada sungai yang dijadikan arus utama.
12. Rooster Tail
Air yang menyembur atau memancar dari bawah, ini biasanya karena ada bebatuan atau rintangan lain di dalam sungai.
13. Undercut
Sebuah tebing atau batu besar yang ada di sisi sungai dan memiliki aliran air di bagian bawahnya. Pusaran air di undercut ini tidak telalu deras di permukaan, namun di bagian bawah arusnya sangat deras dan menggulung ke bawah. Ini adalah sesuatu yang sangat berbahaya, jadi berhati-hatilah saat instruktur berteriak undercut.
14. Rocks
Ornamen sungai berupa bebatuan yang menonjol ke permukaan air. Bebatuan ini mengakibatkan adanya perubahan arus air dan membuat sungai memiliki jeram.
15. Carnage
Posisi perahu yang terbalik, entah karena terhantam jeram yang deras atau memang sengaja dibalikkan oleh instruktur.
***
Kadang instruktur juga membuat perjanjian di awal untuk menentukan perintah atau instruksi pada peserta dengan istilah yang lebih mudah. Meski demikian Kamu juga harus tahu istilah sebenarnya, agar tidak bingung jika suatu saat mendengar istilah tersebut.
Nah itu dia beberapa pengenalan seputar dunia rafting/ arung jeram. Tertarik untuk mencobanya? Langsung pilih paket rafting beserta outbound lain di c-rafting yah, guys!
Situ Cileunca Menyimpan Keindahan Alam Pangalengan
Pangalengan Kabupaten Bandung sudah lama terkenal dengan kebun teh dan salah satu penghasil susu terbaik di Bandung. Tapi, ada satu objek wisata baru yang bikin menarik banyak wisatawan untuk datang ke Pangalengan, bukan cuma untuk menikmati susu dan kebun teh. Ya, di Pangalengan ada Situ Cileunca.
Lokasi
Situ Cileunca berada 45 KM sebelah selatan Kota Bandung dan 185 KM dari Kota Jakarta, berada di ketinggian 1550 M dpl dan dikelilingi oleh dua perkebunan teh Malabar yang dikelola oleh PTPN VIII, letaknya tak jauh dari kecamatan Pangalengan. Uniknya dalam pembangunan Situ Cileunca ini berdasarkan cerita para orang tua dahulu situ ini dibangun oleh banyak orang tetapi tidak menggunakan cangkul melainkan mengunakan halu yang merupakan jenis tongkat panjang yang biasa digunakan penduduk desa jaman dahulu untuk memukul sesuatu.
Sejarah
Menurut sejarah Situ Cileunca merupakan kawasan pribadi seorang warga Belanda bernama Kuhlan yang dulu menetap di Pangalengan. Dalam pembangunannya Situ Cileunca dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 7 tahun (1919 – 1926) dengan membendung aliran sungai Cileunca, sehingga terbuatlah sebuah situ yang akhirnya menjadi sebuah bendungan yang sekarang diberi nama Dam Pulo.
Panorama Alam
Dari sekian banyak danau buatan di sekitar Bandung, Situ Cileunca adalah salah satu yang masih bisa dinikmati keberadaannya. Menurut penduduk sekitar, dahulu banyak terdapat pohon leunca di daerah yang sekarang jadi situ, oleh karena itu danau tersebut dinamakan Situ Cileunca. Situ ini menjanjikan panorama alam nan indah. Tak heran, dulu, orang-orang sempat menjuluki tempat tersebut sebagai Swiss-nya Indonesia. Seiring berjalannya waktu, danau buatan ini bertransformasi menjadi objek wisata karena menyajikan panorama alam yang luar biasa indahnya karena dilengkapi dengan latar pegunungan dan perbukitan alami yang sangat indah. Di sekitar situ terdapat camping ground. Situ Cileunca juga dilengkapi dengan perkebunan arbei dan stroberi. Selain itu kini objek wisata ini disambungkan dengan sungai palayangan yang akhirnya membuka juga fasilitas flying fox dan arum jeram atau rafting dengan berbagai varian tarif dan fasilitas yang berbeda di setiap paketnya.
Beberapa paket penawaran yang bisa menjadi pilihan pembaca bisa ditemukan di C-Rafting Pangalengan.
Aktivitas Berbasis Alam
Selain itu, pengunjung bisa berkeliling dengan perahu untuk memutari danau. Bagi pengunjung yang menyukai kegiatan menantang adrenalin seperti rafting Pangalengan, air keluaran bendung Cileunca biasa digunakan untuk kegiatan tersebut. Selain digunakan untuk wisata, airnya juga digunakan sebagai sumber air bersih warga Bandung dan sebagai pembangkit tenaga listrik. Bagi para wisatawan domestik, objek wisata ini merupakan salah satu sarana pelepas rasa lelah setelah penat beraktifitas, dengan harga yang terbilang sangat murah yaitu Rp 3.000/orang para pengunjung dapat menikmati keindahannya. Jika pengunjung ingin mengelilingi Situ Cileunca serta melihat tanaman strawberry, pengunjung dapat menggunakan perahu yang terdapat di pinggiran Situ tersebut dengan merogoh kocek sebesar Rp 5000/orang, maka para pemilik perahu akan mengantarkan anda melihat pemandangan alam yang terdapat di Situ Cileunca.