Legenda Situ Cileunca dan Mitosnya, Dari Alu Jadi Danau

Legenda Situ Cileunca dan Mitosnya, Dari Alu Jadi Danau

Legenda Situ Cileunca menjadi salah satu kisah memikat bagi pegiat jalan-jalan di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Segala sesuatu tentang danau buatan yang menjadi ikon wisata Pangalengan itu memang senantiasa memancing rasa ingin tahu. Keindahannya saja seakan tak cukup memuaskan rasa kagum dan keingintahuan wisatawan yang menjumpainya.

Sekilas, tidak ada yang istimewa dari danau buatan tersebut. Sejarah mencatat, Situ Cileunca dibuat puluhan tahun lalu, bahkan ketika Indonesia belum merdeka.

Seperti yang dihimpun dari berbagai sumber, Situ Cileunca dulunya hanyalah sebuah kawasan pribadi berupa hutan belantara milik seorang Belanda bernama Kuhlan.

 

Legenda Situ Cileunca 

Tak ada yang tahu pasti tentang Kuhlan, namun ada segelintir orang yang mengatakan bahwa ia adalah Willem Hermanus Hooghland, pemilik Borderij N.V. Almanak. Ia adalah seorang kaya raya pemilik lahan di Pangalengan pada masa tersebut. Kala itu, Kuhlan tinggal menetap di Pangalengan.

Namun, demi alasan memenuhi kebutuhan listrik dan cadangan air bersih untuk warga Bandung, akhirnya kawasan tersebut kemudian dijadikan danau atau dikenal pula sebagai Situ. Pembangunan Situ Cileunca memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar tujuh tahun. Tepatnya sejak 1919 hingga 1926 silam.

Tempat wisata di Pangalengan itu dibangun dengan membendung aliran Sungai Cileunca. Ini pula yang menjadi alasan penamaan bagi danau buatan tersebut. Sementara bendungannya kini diberi nama Dam Pulo.

Lantas apa istimewanya? Keistimewaannya adalah mengenai alat yang digunakan untuk membangun Situ Cileunca dan membendung sungai.

Konon, pembangunan Situ Cileunca dikomando oleh dua orang pintar yang dikenal sebagai Arya dan Mahesti. Di bawah komando kedua pria tersebut, wisata Pangalengan itu dibangun dengan menggunakan alat penumbuk padi, atau yang dikenal pula sebagai halu (alu). Ya, kamu tak salah baca.

Entah apa alasannya, tapi warga setempat justru lebih memilih alu ketimbang alat berat atau cangkul untuk menyelesaikan danau buatan tersebut. Inilah yang menjadi alasan mengapa legenda Situ Cileunca selalu menarik dan terasa misterius bagi penikmat alam dan budaya. Secara logis, nampaknya tidak masuk akal, kan.

Bagaimana bisa danau seluas 1400 hektare dengan kedalaman 17 meter dibuat hanya dengan menggunakan alu selama tujuh tahun. Sampai saat ini, jawaban atas pertanyaan itu masih menjadi rahasia yang belum bisa terungkap.

 

Menelan Banyak Korban 

Setelah pembangunannya selesai, kawasan ini langsung dijadikan sebagai tempat wisata oleh orang-orang Belanda di masa itu. Wisatawan biasanya datang ke danau untuk berenang atau sekadar menaiki perahu untuk berkeliling. Padahal saat itu, legenda Situ Cileunca masih belum terpecahkan,

Pada suatu waktu, sebuah kapal Belanda dilaporkan tenggelam di tempat wisata di Pangalengan ini. Kapal tersebut kabarnya dipenuhi orang-orang Belanda yang tengah berwisata keliling danau. Bangkai kapalnya baru dapat ditemukan pada 2015 lalu, selang berpuluh tahun dari waktu kejadian.

Bangkai kapal Belanda itu ditemukan warga secara tak sengaja ketika perbaikan bendungan Dam Pulo dilakukan. Kapal dengan panjang 1,8 meter itu diperkirakan memiliki bobot 500 kg dan terbuat dari logam. Kapal jadul itu kemudian disimpan di Camp Ground Citere.

Hal ini semakin memperkuat legenda Situ Cileunca yang selama ini hanya dianggap sebagai cerita-cerita ‘konon’ semata. Kamu boleh percaya atau tidak, tapi di luar legenda Situ Cileunca yang ‘ajaib’, rupanya danau ikonik Pangalengan ini menyimpan beragam mitos pula di dalamnya. Apa saja?

  • Mitos Rombongan Wayang yang Tenggelam di Dasar Danau

Mitos pertama yang akan kita ulas adalah cerita tentang pemain wayang beserta dengan sinden dan penabuhnya yang dikabarkan tenggelam di dalam danau. Cerita ini merupakan yang paling ramai dan paling sering diceritakan.

Menurut cerita yang beredar, warga setempat bahkan sering mendengar seperti ada suara pertunjukan wayang pada malam hari. Namun, saat ini, suara itu sudah jarang terdengar.

Salah satu alasannya adalah karena kawasan ini sudah mulai ramai, baik oleh warga maupun wisatawan. Apalagi di masa sekarang, di sekitar Situ Cileunca, kamu bisa menemukan banyak penginapan dan aktivitas wisata.

  • Siluman Dongkol dan Lulun Samak

Mitos kedua adalah tentang dua siluman, yakni Siluman Lulun Samak dan Siluman Dongkol. Menurut cerita warga, Siluman Lulun Samak memangsa korbannya dengan cara menggulung seperti samak atau tikar yang digulung.

Sementara Siluman Dongkol memiliki wujud berkepala kerbau. Meski begitu, kabarnya kedua siluman ini telah ‘pindah rumah’ ke Situ Bagendit dan Situ Patengan.

  • Tak Boleh Didatangi Warga Garut 

Mitos ketiga sekaligus terakhir adalah cerita bahwa Situ Cileunca tidak boleh dikunjungi oleh warga yang berasal dari Garut. Mitos tersebut kabarnya dimulai dari sebuah kisah yang menceritakan tentang sesosok penguasa danau yang bernama Abah Suta.

Abah Suta pernah bermusuhan dengan orang dari Garut. Kabar permusuhan tersebut kemudian menimbulkan efek dendam. Hal itu yang menyebabkan orang Garut dan keturunannya tidak diperbolehkan menyeberang atau bahkan datang ke Situ Cileunca. Menurut mitos yang beredar, apabila pantangan ini dilanggar, maka Abah Suta akan murka.

Ketika Abah Suta murka, perahu yang digunakan warga Garut akan tenggelam. Meski begitu, pada kenyataannya, ada saja orang-orang Garut yang datang dan berlibur ke Situ Cileunca. Ketiga mitos ini seakan menambah lengkap kesan mistis dan seru legenda Situ Cileunca yang beredar di masyarakat.

 

Situ Cileunca yang Mempesona

Berada di ketinggian 1550 mdpl, legenda Situ Cileunca yang misterius nampaknya tidak menghambat keinginan wisatawan untuk mencicipi pesonanya. Lanskap alam yang indah dikelilingi pepohonan rindang, kebun teh, serta hawa sejuk yang meliputinya justru menyempurnakan nuansa danau yang syahdu.

Ditambah lagi Jembatan Cinta yang menjadi penghubung antada Desa Pulosari dan Wanasari menambah elemen menarik dalam legenda Situ Cileunca. Karena menjadi salah satu tempat bertemunya pasangan-pasangan kekasih dari kedua desa dan menikmati quality time sambil memandang pemandangan danau yang mempesona. Dan tentunya, gratis!

 

Ragam Keseruan di Situ Cileunca

Foto: Instagram/@bandungtraveller_

Di luar dari legenda Situ Cileunca, mitos, dan misteri di dalamnya, tempat wisata ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Lanskapnya yang indah ditunjang dengan berbagai aktivitas seru dan akomodasi nyaman bikin Situ Cileunca selalu jadi buruan. Kamu bisa melakukan aktivitas ekstrem seperti outbond, flying fox, atau rafting di tempat ini lalu menuju Sungai Palayangan.

Mau yang lebih dekat dengan alam? Gampang, kamu bisa berkunjung ke perkebunan arbei dan stroberi. Di kebun tersebut, kamu bisa langsung memetik buah stroberi dan arbei yang segar dan manis.

Kamu tim rebahan? Tenang, ada berbagai opsi penginapan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kondisi kocek dan keinginan kamu. Mulai dari yang bentuknya tenda sampai kemping ala bangsawan alias glamping.

Seru sekali, kan! Kamu pasti jadi makin tidak sabar untuk datang langsung dan menikmati keindahannya. Karena itu, jangan tunggu lama-lama lagi. Langsung saja hubungi c-Rafting Pangalengan.

c-Rafting Pangalengan adalah operator wisata outdoor yang menyediakan beragam layanan menarik buat kamu yang suka jalan-jalan.Ada beragam aktivitas seru yang disediakan c-Rafting Pangalengan.

Ada offroad, rafting, flying fox, paintball, camping, dan masih banyak  aktivitas lainnya. Harganya pun sangat terjangkau. Duh, kapan lagi bisa piknik murah meriah tapi lengkap dalam satu tempat, kan.

Serunya lagi, c-Rafting Pangalengan juga menyediakan pilihan paket trip, aktivitas outbond, beserta penginapannya, lho. Untuk bisa mendapatkan semua keseruan dan kemudahannya, langsung saja cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia.

Enggak usah ditunda-tunda, langsung saja booking jadwal perjalanan kamu supaya tak kehabisan slot. Siap jalan-jalan? (HR)

 

Yuk, Explore Pangalengan ke 5 Tempat Wisata Alam Ini!

Yuk, Explore Pangalengan ke 5 Tempat Wisata Alam Ini!

Nama Pangalengan mungkin belum familiar di telingamu. Tapi, aktivitas explore Pangalengan sudah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup penduduk di Kota Kembang, Bandung, lho. Apalagi kini, Pangalengan dan wisata alamnya tengah naik daun. Makanya, enggak heran, Pangalengan menjadi salah alternatif tempat wisata alam apik di Bandung yang dituju wisatawan yang ingin “kabur” dari kesibukan ibu kota.

Ibarat nirwana yang punya segalanya, Pangalengan menyimpan sejuta pesona yang hanya bisa kamu temukan ketika berkunjung mendatanginya. Kawasan ini menyimpan bermacam objek wisata alam yang bisa kamu pilih untuk membuang jauh stres dari kepalamu. Mulai dari peternakan sapi, kebun teh, perkebunan, danau, wisata petualangan, hingga sungai yang menantang, ada di sini.

Lokasinya yang berada di ketinggian 1.550 mdpl seakan menambah lengkap pesonanya. Karena selain melihat pemandangan yang masih sangat alami, kamu juga bisa menikmati udara segar dan langit biru bebas polusi. Wah, membacanya saja sudah bikin ngiler, kan?

Nah, buat kamu yang pengin banget ke Pangalengan, berikut lima rekomendasi wisata alam yang bisa kamu jelajahi saat explore Pangalengan. Yuk, simak ulasannya berikut!

Wayang Windu Panenjoan


Foto: Instagram/@syahidaafina

Buat yang pengin lihat ‘yang ijo-ijo’, kamu bisa langsung meluncur ke Wayang Windu Panenjoan. Tempat wisata yang satu ini berada di antara lereng Gunung Wayang dan Gunung Windu, Banjaran. Enggak sembarang tempat wisata, Wayang Windu juga menjadi lokasi tempat berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi terbesar di Indonesia. Keren, ya.

Di Wayang Windu, kamu bukan cuma bisa melihat keindahan hamparan kebun teh yang memanjakan mata. Namun juga menikmati sunset yang anti-mainstream. Karena mentari akan nampak tenggelam jatuh ke kebun teh seiring dengan meredupnya langit senja.

Explore Pangalengan di Wayang Windu juga makin lengkap karena kamu bisa berselfie sepuasnya dengan memanfaatkan fasilitas swafoto yang tersedia. Mau yang lebih ekstrem? Bawa sepeda gunung kesayanganmu dan langsung tantang adrenalin kamu di kawasan pacu Wayang Windu Mountain Bike Park. Beuh, ngeri-ngeri sedap, enggak, tuh?

Curug Bangku

Rekomendasi wisata alam kedua untuk explore Pangalengan adalah Curug Bangku. Curug Bangku berlokasi di Desa Magaluyu. Air terjun ini diberi nama Curug Bangku karena bentuknya yang menyerupai bangku atau kursi anak sekolah. Air terjun di Curug Bangku memiliki ketinggian 30 meter dengan debit air yang cukup deras.

Kawasan di sekitar Curug Bangku sangat asri. Ditambah lagi karena air terjun tersebut masih belum terlalu populer. Jadi, kamu masih bisa menikmati alamnya yang perawan tanpa mesti bertemu dengan banyak orang. Rasakan deburan air yang menyegarkan membasahi tubuh kamu dan angin dingin yang berhembus di sela-sela rambutmu. Dijamin, bikin kamu ogah pulang.

Curug Bangku buka pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. Untuk masuk ke dalamnya, kamu cukup merogoh kocek sejumlah 10 ribu saja. Kamu bisa memarkirkan kendaraan di rumah warga dan membayar sebesar Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 3 ribu untuk motor. Oh iya, kalau mau berkunjung ke Curug Bangku, jangan sendirian, ya, supaya tidak kesepian. Bawa bekal dan air minum juga, karena enggak ada kios makanan di sekitar curug.

Situ Cileunca

Situ Cileunca adalah spot wisata alam wajib yang kamu datangi saat explore Pangalengan. Sebab danau yang satu ini merupakan spot terpopuler sekaligus signature-nya Pangalengan. Explore Pangalengan tanpa datang ke Situ Cileunca itu ibarat masak sayur tanpa garam, alias hambar, guys!

Situ Cileunca sudah menjadi tempat wisata sejak zaman Belanda. Menurut sejarah, Situ Cileunca bukanlah danau alami, melainkan buatan. Dulunya Situ Cileunca dibuat untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus tempat menyimpan cadangan air bersih untuk warga Bandung. Pembangunan Situ Cileunca memakan waktu selama kurang lebih tujuh tahun.

Kabarnya, pembuatan danau ini sangat unik. Alih-alih menggunakan alat berat atau cangkul untuk membuat cerukannya, Situ Cileunca dibuat dengan menggunakan alu atau alat yang biasa dipakai untuk menumbuk padi dan memisahkan beras dari gabahnya.

Di masa kini, Situ Cileunca sudah bertransformasi. Bukan cuma jadi tempat cadangan air, tapi juga area wisata alam yang seru. Kamu bisa berkeliling dengan perahu, memetik stroberi, berkemah, melakukan aktivitas petualangan seperti flying fox sampai dengan rafting. Wah, seru banget, ya!

Penangkaran Rusa Kertamanah

Siapa bilang explore Pangalengan tak bisa bawa buah hati? Kamu tetap bisa mengajak si kecil saat jalan-jalan ke Pangalengan. Kuncinya cuma satu, memilih tempat wisata yang sesuai dan ramah untuk anak-anak. Salah satu di antaranya adalah Penangkaran Rusa Kertamanah.

Di tempat itu, kamu bisa mengajak si kecil bertemu dengan rusa-rusa yang menggemaskan. Kamu juga bisa mengajak rusa-rusa tersebut untuk bermain bersama. Tumbuhkan rasa cinta pada binatang dengan mengajak si kecil memberi makan rusa. Setelah bermain bersama rusa, kamu dan si buah hati bisa melanjutkan petualangan dengan bermain di taman bermain anak.

Satu hal yang mesti kamu ingat ketika berkunjung ke Penangkaran Rusa Kertamanah adalah jangan datang terlalu siang. Karena setelah jam 12 siang, pagar penangkaran akan ditutup. Jadi, kamu cuma bisa melihat rusa dari luar saja.

Hutan Pinus Rahong

Rekomendasi terakhir explore Pangalengan kali ini adalah Hutan Pinus Rahong. Hutan wisata yang dipenuhi pepohonan pinus itu sudah lama menjadi destinasi wisata populer di Bandung, khususnya di Pangalengan selama dua tahun terakhir. Hawanya yang sejuk dan rindang membuat kamu betah piknik lama-lama di tempat ini.

Selain sebagai tempat wisata, Hutan Pinus Rahong juga berperan sebagai daerah resapan air. Sementara itu, getah dan batang pohonnya biasa dimanfaatkan untuk pembuatan triplek. Kawasan ini berada di tepi Sungai Palayangan, tempat aktivitas rafting biasa diselenggarakan.

Untuk kamu yang suka fotografi, explore Pangalengan ke Hutan Pinus Rahong pastinya sangat cocok. Karena kamu bisa mendapatkan foto dengan nuansa folk yang cakep abis. Makanya, tak sedikit pasangan yang menjadikan Hutan Pinus Rahong sebagai venue pemotretan foto pre-wedding mereka.

Gimana, makin enggak sabar untuk explore Pangalengan, kan? Kalau gitu, cuss langsung hubungi c-Rafting Pangalengan. c-Rafting Pangalengan adalah operator wisata outdoor yang menyediakan beragam layanan menarik buat kamu yang suka jalan-jalan.

Bersama c-Rafting Pangalengan, kamu bisa mencoba berbagai aktivitas seru sambil liburan sama orang-orang tercinta. Mulai dari offroad, rafting, flying fox, paintball, camping, dan beragam aktivitas lainnya. Harganya pun sangat terjangkau, enggak bakal bikin kantong kamu bolong.

Mau lebih hemat juga bisa! Karena c-Rafting Pangalengan telah menyediakan pilihan paket trip, aktivitas outbond, beserta penginapannya, lho. Untuk bisa mendapatkan semua keseruan dan kemudahannya, langsung saja cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Jangan lupa untuk booking jadwal perjalanan kamu, ya. Skuy!

Yuk, Kenalan dengan Offroad Bandung!

Yuk, Kenalan dengan Offroad Bandung!

Ada banyak cara menikmati pesona Paris van Java. Offroad Bandung adalah salah satunya. Ya, siapa bilang Bandung cuma soal Dilan dan romansa remaja belaka? Pengalaman wisata yang seru dan menantang juga bisa kamu temukan di kota ikonik Bumi Pasundan ini.

Apalagi buat kamu yang senang dengan aktivitas ekstrem dan anti-mainstream. Sudah pasti,  offroad Bandung jadi aktivitas yang sama sekali tidak boleh dilewatkan. Tapi, apa, sih, sebenarnya offroad itu, dan mengapa harus mencoba offroad yang ada di Bandung?

 

Apa Itu Offroad?


Foto: Instagram/eduardpiellor

Offroad adalah aktivitas mengendarai kendaraan bermotor di luar jalan raya. Medan yang dilalui ketika offroad tak sembarangan. Biasanya jalanan yang dilalui merupakan medan yang sulit, misalnya lumpur, pasir, kawasan sungai, bebatuan tajam, dan jalan tanah tanpa aspal. Pengalaman offroad akan terasa makin seru dan menegangkan bila dilakukan saat musim hujan.

Curah hujan yang tinggi menambah tingkat kesulitan medan yang akan dilalui. Sungai-sungai meluap, jalan tanah menjadi berlumpur tinggi. Dibutuhkan peralatan, perlengkapan, dan persiapan yang benar-benar matang untuk bisa melaluinya.

Berada di dalam mobil yang berusaha melewati medan sulit bikin adrenalinmu berdesir keras. Di dalam mobil, kamu akan terasa seperti dihentak-hentakkan tanpa ampun. Makin berat medannya, makin berkesan pengalamannya.

 

Istilah Penting dalam Offroad 


Foto: Pixabay/Markus Wittman

Dalam offroad, kamu akan mengenal berbagai istilah baru. Beberapa di antaranya adalah Fun Offroad, Speed Offroad, dan yang terakhir adalah Extreme Offroad. Ketiga istilah ini mewakili karakteristik offroad yang akan kamu jalani saat mencoba olahraga ekstrem tersebut.

Fun Offroad adalah wisata offroad dengan medan yang memiliki tingkat kesulitan rendah atau dianggap biasa saja. Fun Offroad sangat cocok buat pemula. Selain karena medannya tidak sulit, jarak yang ditempuh pun tak jauh, jadi kamu enggak  perlu lama-lama dalam mobil.

Istilah kedua adalah Speed Offroad. Sesuai dengan namanya, Speed Offroad bertumpu pada kecepatan. Jalur yang dilalui Speed Offroad biasanya tidak memiliki rintangan yang berat di jalanannya. Tidak ada batu atau tanjakan curam. Biasanya hanya tanah basah atau kering saja.

Nah, istilah terakhir adalah Extreme Offroad. Kalau yang ini, medannya berat dan ekstreme. Tantangan yang dilalui juga sulit, sehingga butuh orang yang berpengalaman untuk mengendalikan mobil. Peralatan dan perlengkapannya juga punya tingkat keamanan yang tinggi, supaya aman.

Trek Offroad Bandung yang Menarik untuk Dicoba 


Foto: Instagram/cfmotoindonesia

Di Indonesia, ada banyak tempat yang bisa kamu sambangi untuk bisa mencoba aktivitas offroad. Buat kamu yang berada di Jakarta atau Jawa Barat sekitarnya, kamu tak perlu jauh-jauh. Cukup dengan datang ke Bandung, kamu bisa menemukan banyak pilihan rute untuk mencoba aktivitas ekstrem ini. Setidaknya ada empat trek terbaik yang bisa kamu pilih saat mencoba offroad Bandung.

  1. Trek Sukawana – Tangkuban Perahu

Jalur pertama adalah trek Sukawana yang berada di Bandung Utara. Trek ini berlokasi di antara Gunung Burangrang dan Tangkuban Perahu. Penjelajahan di trek Sukawana akan dimulai dari Kampung Patrol. Dari sana, kamu akan melalui jalan panjang dan penuh liku di kaki Gunung Tangkuban Perahu.

Jalanan sejauh 20 km itu akan didominasi tanjakan yang menantang dan berakhir di Taman Wisata Tangkuban Perahu. Waktu tempuh yang akan dilalui sekitar 2,5 jam.  Offroad Bandung di jalur ini punya keunikan tersendiri.

Selain karena tantangan di jalanannya, kamu akan disuguhkan pemandangan sunrise yang menawan dari Gunung Tangkuban Perahu. Kamu juga dapat menikmati pemandangan kebun teh, Gunung Putri, serta Jayagiri yang dihiasi pepohonan pinus tinggi menjulang.

  1. Trek Cikole – Bunker Gunung Putri

Kalau mau yang enggak jalan-jalan semata, trek yang wajib kamu coba saat offroad Bandung adalah trek Cikole menuju Bunker Gunung Putri. Trek yang menantang berpadu dengan suasana sejuk dan lanskap indah Cikole di Lembang bikin kamu enggak pengin pulang. Ditambah lagi perjalananmu akan berakhir di Bunker Gunung Putri yang merupakan peninggalan Belanda. Jalan-jalan sambil belajar sejarah, nih, namanya.

  1. Trek Sukawana – Cikole

Trek Sukawana – Cikole adalah jalur offroad Bandung yang diklaim sebagai jalur terpanjang dan juga terbaik di Indonesia. Di jalur ini, kamu bisa menemukan beragam keseruan. Sepanjang jalan, kamu akan merasakan sensasi yang terlupakan. Karena kamu akan dihadapkan dengan berbagai kesulitan, mulai dari tanah basah, berlumpur, kubangan, dan masih banyak lagi.

Bahkan ada titik-titik tertentu yang membuat mobil yang kamu tumpangi lebih rendah posisinya ketimbang tanah yang ada di sekitarnya. Wah, menegangkan sekali, ya! Itu sebabnya Trek Sukawana-Cikole dikenal sebagai jalur long extreme.

Dalam kondisi seperti ini, kerja sama tim sangat-sangat dibutuhkan. Begitu dihadapkan dengan kondisi tersebut, kamu jadi saling menopang antara satu dengan yang lain. Enggak heran, offroad sering kali dijadikan sebagai ‘penyempurna’ acara gathering atau rekreasi kantor. Supaya keakraban antara karyawan atau teman makin dekat dan akrab.

  1. Trek Hutan Rahong Pangalengan

Offroad Bandung tidak cuma tersedia di Bandung Utara saja, lho. Di Bandung Selatan, kamu juga bisa mencoba offroad yang tak kalah seru. Trek yang dilalui adalah Hutan Rahong Pangalengan. Melalui jalur ini, kamu akan diajak untuk menikmati tantangan seru di trek berhias pepohonan pinus yang rindang.

Rasakan bau pinus yang alami dan menenangkan berpadu dengan suasana sejuk, udara segar, serta kicauan nyaring burung-burung. Dijamin bikin stresmu jadi hilang. Terlebih ketika offroad, kamu bisa berteriak kencang mengeluarkan semua sesak dalam hati.

Gimana, tertarik mencoba offroad Bandung? Kalau iya, kamu bisa langsung menghubungi c-Rafting Pangalengan. c-Rafting Pangalengan adalah operator wisata outdoor yang menyediakan beragam layanan menarik buat kamu yang suka jalan-jalan.

Offroad Bandung, rafting, flying fox, paintball, camping, dan beragam aktivitas lainnya bisa kamu dapatkan temukan dalam pilihan paketnya. Harganya pun sangat terjangkau, enggak bakal bikin kantong kamu bolong.

Menariknya, c-Rafting Pangalengan juga punya pilihan paket trip, aktivitas outbond, beserta penginapannya, lho. Jadi makin menarik, kan. Untuk bisa mendapatkan semua keseruan dan kemudahannya, langsung saja cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Agar tak kehabisan slot, jangan lupa untuk booking jadwal perjalanan kamu, ya. Tunggu apa lagi, gas yuk! (HR)

 

Glamping, Kemping Mewah Ala Bangsawan

Glamping, Kemping Mewah Ala Bangsawan

Foto: Cool Camping

Siapa yang enggak pernah dengar kata Glamping? Kayaknya, hampir semua orang yang suka jalan-jalan sudah tahu dengan istilah yang satu ini. Beberapa tahun belakangan, glamping memang lagi benar-benar naik daun. Terlebih bagi sebagian orang, repot-repot bikin tenda cuma buat liburan buat sebagian orang mungkin sudah ‘so yesterday’. Tapi, apa sih sebenarnya glamping?

Kata Glamping berasal dari istilah Glamorous Camping. Menurut Oxford Dictionary, glamping adalah suatu cara berkemah yang melibatkan akomodasi dan fasilitas yang lebih mewah dibandingkan dengan cara berkemah tradisional. Semewah apa, ya?

 

Mewahnya Glamping


Foto: Instagram/@nisacookie

Kemewahan yang ditawarkan glamping enggak main-main. Bikin kamu berasa jadi putra-putri raja. Desainnya dibuat sangat Instagramable, seperti tenda-tenda bangsawan. Sementara di dalam tendanya, kamu bisa menemukan fasilitas yang super nyaman bak hotel bintang lima.

Mulai dari kasur yang empuk, tenda yang hangat, kamar mandi pribadi lengkap dengan air panas dan amenities, sampai interior yang didesain secara apik, indah, dan juga senada. Kebanyakan glamping mengusung konsep yang Eco-Friendly dan Sustainable, alias ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Makanya enggak heran, desain eksterior maupun interiornya banyak menggunakan bahan-bahan alam, seperti kayu, bambu, atau rotan. Penggunaan plastik dan kaca dimininimalisir. Warna-warna yang digunakan juga cenderung netral, seperti krem, putih, atau coklat. Sehingga nampak makin menyatu dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Enggak cuma itu aja,lho. Beberapa layanan glamping juga biasanya disediakan bathtub, TV, dan AC sesuai kebutuhan tamu dan kelas tenda yang disediakan. Seakan masih kurang sempurna, ada juga layanan glamping yang menyediakan sarapan, makan siang, makan malam, restoran, kafe, area bermain, dan juga kebutuhan barbekyu. Wah, asyik banget!

Untuk lokasinya sendiri, glamping biasanya ditempatkan di tengah lanskap alam yang menawan. Misalnya di dataran tinggi, hutan, tepi sungai atau pantai, bahkan di tengah pegunungan. Jadi, kamu bisa merasakan serunya bermain di alam, tapi tetap menomorsatukan kenyamanan.

 

Sejarah Glamping


Foto: Unsplash/Annie Spratt

Meski glamping baru jadi tren di abad ke-20, sebenarnya plesir dengan cara ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu, lho. Ya, kamu enggak salah baca.

Desain tenda yurt yang populer digunakan untuk glamping rupanya sudah lama dipakai oleh komunitas Buryat Mongol di Siberia sejak 600 SM. Bahkan, Komunitas Buryat Mongol dianggap sebagai pelopor pembuat tenda bermodel yurt.

Yurt dikenal sangat cocok untuk budaya nomaden. Tenda ini sangat mudah dibongkar di satu tempat dan disatukan kembali. Sehingga sangat cocok untuk dibawa ketika mesti berpindah-pindah. Selain itu, yurt juga memiliki kemampuan yang baik dalam menahan cuaca buruk.

Di abad Masehi, tepatnya berkisar pada abad ke-13, ketika Kaisar Gengis Khan memerintah, yurt digunakan dalam setiap perjalanan ekspansi. Selayaknya seorang kaisar terkemuka, Gengis Khan memiliki yurt yang sangat besar dan kokoh. Kabarnya, kemah milik Gengis Khan itu bahkan tak pernah benar-benar rusak.

Untuk memenuhi kebutuhan sang kaisar yang dinamis, yurt miliknya itu juga dilengkapi kereta beroda yang ditarik oleh lembu. Hal itu dilakukan agar yurt bisa dengan mudah dibawa ketika Gengis Khan menyambangi daerah-daerah yang ia duduki. Sejak saat itu, popularitas yurt mulai meroket dan menyebar di berbagai daerah.

Kamu bisa dengan mudah menemukan yurt di Eropa Timur, seperti Turki, Hungaria, Rumania. Menurut National Geographic, kamu bahkan masih bisa menemukan penduduk pedesaan di Hungaria yang menggunakan yurt pada tahun 1960-1970an.

Sementara itu, pada abad 16 dan 17, bangsawan Skotlandia John Stewart, Earl of Atholl ke-3 membuat kemah mewah pertama di Inggris untuk Raja James V dan ibunya. Ia mengisi kemah dengan interior mewah dan hiasan miliknya sendiri yang berasal dari istana.


Foto: Field of the Cloth of Gold dari Wikipedia

Di Prancis, Raja Henry VIII dari Inggris membuat tenda mewah dalam pertemuan puncak diplomatik. Acara yang dikenal sebagai Field of the Cloth of Gold itu berlangsung pada 7-24 Juni 1520. Tidak tanggung-tanggung, Raja Henry VIII menyiapkan 2.800 tenda yang dikelilingi air mancur dari anggur merah.

Penggunaan tenda mewah juga dilakukan di Turki. Dinasti Ottoman Turki juga dikenal sering mendirikan tenda mewah untuk berbagai acara. Menurut Turkish Culture, tenda mewah digunakan untuk acara perayaan, tamasya negara, upacara, hingga kampanye militer oleh para sultan dan rakyatnya.

Tenda milik sultan sangat besar dan megah. Untuk membawanya dibutuhkan 600 ekor unta. Ornamen yang menghiasinya dibuat sangat mewah. Kamu bisa menemukan pola bunga atau corak indah yang disulam menggunakan kain dengan warna berbeda. Beberapa pola bahkan ada yang disulam menggunakan benang sutra atau logam.


Foto: The Luxury Safari Company

Memasuki abad ke-20, ketika masa penaklukan mulai usai, aktivitas berkemah mewah tak lagi digunakan oleh penakluk atau penguasa. Permintaan menginap dalam kemah justru datang dari orang-orang kaya Inggris dan Amerika yang ingin bersafari ke Afrika.

Para crazy rich itu ingin merasakan sensasi berburu di alam lepas Benua Afrika tanpa mau mengorbankan kenyamanan. Jadilah, segala sesuatu kebutuhan mulai dari generator listrik, bathtub, dan sampanye turut serta diboyong dari tanah airnya. Perkemahan mewah tersebut lantas dikenal sebagai luxurious camping. Istilahnya berbeda dengan glamping yang saat ini kita kenal.

Kata glamping baru muncul di Inggris pada 2005 silam. Itu pun enggak langsung ditambahkan ke dalam kamus. Glamping baru disematkan dalam kamus pada 2016 lalu. Lalu, seiring waktu, glamping menjadi salah satu bagian lifestyle dalam traveling, terutama buat kamu sobat rebahan.

Kamu bisa menemukan layanan glamping di berbagai kota dan negara termasuk Indonesia. Fasilitas dan bentuk tendanya pun bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan kocek kamu. Nah, apabila kamu tertarik untuk glamping di Indonesia, terutama di Kota Bandung yang terkenal sejuk, kamu bisa cek rekomendasi c-Rafting Pangalengan ini.

Supaya rencana liburan kamu makin simpel dan berkesan, kamu bisa mengecek beragam paket seru dari c-Rafting Pangalengan. Enggak cuma penginapan, tapi juga paket outbound yang bisa kamu coba buat seru-seruan bersama yang tersayang.

Langsung saja meluncur dan cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Silakan konsultasi dan booking jadwal perjalanan kamu supaya tak kehabisan slot. Seru banget, ya. Siap liburan? (HR)

 

5 Spot Camping Bandung Hits Buat yang Rindu Nenda

5 Spot Camping Bandung Hits Buat yang Rindu Nenda

Buat kamu yang senang nenda (berkemah), tempat-tempat camping Bandung memang bisa banget selalu jadi opsi liburan. Apalagi setelah lama menghabiskan waktu di rumah karena pandemi. Suasananya yang sejuk, lanskap alam memikat, ditambah kuliner nikmat bikin Bandung selalu jadi juara di hati pencintanya.

Terlebih kalau kamu berdomisili di ibu kota. Himpitan pekerjaan, jadwal akhir pekan yang cenderung singkat, cuti yang sulit, dan kelelahan bikin kamu mager untuk pergi ke tempat yang jauh. Sementara itu, Bandung menawarkan kemudahan jarak, akses, harga, dan pilihan yang beragam. Makin bikin tergiur, kan.

Nah, kalau kamu termasuk dalam golongan orang-orang yang rindu nenda, berikut lima rekomendasi camping Bandung yang patut kamu coba! 

 

1. Kampung Cai Ranca Upas

Foto: Instagram/@lalaaa.96

Rekomendasi camping Bandung pertama adalah Kampung Cai Ranca Upas di Ciwidey. Enggak usah susah-susah hiking, kamu cukup parkir lalu dirikan tenda, selesai. Ya, semudah itu. Lah, keseruannya di mana?

Keseruannya justru berada di lokasi Kampung Cai Ranca Upas itu sendiri. Kawasan Ranca Upas sudah lama dikenal sebagai bumi perkemahan. Lokasinya yang berada di dataran tinggi dekat dengan hutan membuat Kampung Cai terasa sangat sejuk. Sepanjang mata memandang, kamu hanya akan menemukan tenda dan pepohonan hijau menjulang tinggi. Benar-benar memanjakan mata.

Selain itu, Ranca Upas juga menjadi rumah bagi penangkaran rusa di Bandung. Jadi, ketika menginap, kamu bisa sekalian bermain bersama rusa-rusa menggemaskan. Pastikan kamu bawa kamera atau handphone dengan batere penuh. Kalau enggak, nanti kamu pasti menyesal. Kelucuan rusa-rusa saat bermain dan memakan makanan dari pengunjung bikin kamu malas untuk berkedip.

Camping Bandung di Ranca Upas juga dibanderol dengan harga yang terjangkau, lho. Untuk sewa tenda, biasanya kamu akan dikenakan biaya sekitar Rp 150-350 ribu tergantung kapasitas dan ukuran. Tiket masuknya pun hanya sekitar Rp 10 ribu saja. Murah meriah, ya! 

 

2. Camping Spot Puncak Bintang


Foto: Instagram/@rbihsan

Spot camping Bandung berikutnya adalah Puncak Bintang Bandung. Bagi kamu pencinta alam, tempat ini tentu saja tak asing. Keindahannya bisa kamu saksikan dari jalan menuju Tebing Keraton yang eksotis.

Puncak Bintang juga sudah lama dijadikan sebagai kawasan perkemahan, jadi enggak usah kaget kalau melihat ada banyak spot foto di sana. Dari Puncak Bintang, kamu bisa menikmati keindahan Bandung dari ketinggian sambil menikmati hembusan angin dingin yang menyejukkan.

Mau tahu highlightnya? Ketika malam hari sudah nampak makin pekat karena gelap, kamu akan menyaksikan pemandangan indah dari pemukiman penduduk di bawahnya. Kelap-kelip lampu yang berwarna-warni di depan mata, dan kelip bintang di atas kepala bikin kemping kamu makin berkesan.

Untuk bisa berkemah di Puncak Bintang Bandung, kamu mesti merogoh kocek sekitar Rp 10 ribu per orang untuk tiket masuk dan Rp 15 ribu untuk masuk ke camping ground. Sedangkan untuk tenda sendiri, kamu mesti mengeluarkan uang sekitar Rp 150-250 ribu per unit tergantung ukuran dan kapasitas tenda.

 

3. Bale Bambu Adventure Camp


Foto: King Adventure

Banyak orang yang malas mencoba berkemah karena merasa mesti mengeluarkan banyak biaya. Enggak salah juga, sih. Sebab selain tenda, kamu juga mesti menyiapkan sleeping bag, logistik, baju hangat, sepatu, dan masih banyak perlengkapan lainnya agar kemping terasa nyaman.

Kalau bujet kamu cekak banget, kamu bisa mencoba kemping di Bale Bambu Adventure. Spot camping Bandung yang satu ini berada di Jl. Raya Soreang – Ciwidey KM 23. Di Bale Bambu Adventure, kamu cukup menyiapkan dana sekitar Rp 200 ribu per orang saja.

Biaya itu sudah mencakup sleeping bag, matras, layanan makan dua kali , tenda, dan fasilitas api unggun. Jadi jauh lebih murah, kan.

 

4. Pine Forest Camping Spot


Foto: Instagram/zhu83

Berlokasi enggak jauh dari The Lodge Maribaya Lembang, kamu bisa menemukan spot camping Bandung kekinian bernama Pine Forest Camp. Sesuai dengan namanya, camping site yang satu ini berada di sekitar hutan pinus yang rindang.

Pine Forest Camp dikenal sebagai spot camping Bandung yang asyik karena nuansanya sekitarnya yang Instagramable abis. Fasilitas perkemahannya juga lengkap dan ditata apik banget. Alhasil, di mana pun kamu berfoto, hasilnya pasti ciamik banget. Spot terfavorit di kawasan ini adalah area api unggun. Jangan lupa selfie di sana, ya.

Untuk bisa berkemah di Pine Forest Camp, kamu mesti membayar sekitar Rp 150 ribu per orang. Biaya tersebut mencakup sewa tenda, sleeping bag, kursi lipat, dan toilet. Berbeda Bale Bambu Adventure, biaya di atas belum termasuk makanan dan aktivitas outbond, ya. Jadi, kamu tetap mesti menyiapkan logistik berupa bahan makanan selama nenda.

Oh ya, satu lagi yang menarik dari camping Bandung ini adalah meski kamu menyewa tenda, kamu mesti mendirikannya secara mandiri. Seluruh keperluanmu pun mesti kamu urus sendiri. Pengalaman berkemah kamu pun berasa makin nyata.

 

5. Stone Garden Camping Bandung


Foto: Stone Garden

Siapa bilang Stone Garden cuma bisa buat jalan-jalan saja? Nyatanya, kawasan konservasi arkeologi ini juga bisa, lho, dipakai buat berkemah. Stone Garden adalah taman batu purba anti-mainstream yang berada di Padalarang.

Di taman ini, kamu akan menemukan formasi bebatuan unik yang terhampar tak beraturan. Bebatuan unik di Stone Garden bukan sembarang batu. Batu-batu tersebut diperkirakan terbentuk secara alami pada Zaman Miosen, yakni antara 20-30 juta tahun yang lampau. Wah, keren banget, ya.

Stone Garden juga berdekatan dengan kawasan penambangan batu kapur massal di daerah Tagog Apu, Padalarang. Oleh karena itu, ketika tiba di tempat tersebut, kamu akan menemukan pemandangan yang sangat unik dan menawan.

Sebuah tempat dengan lanskap yang menyajikan kontras birunya langit, bebatuan berwarna abu, putihnya tambang kapur, serta hijaunya rerumputan. Cantik banget!

Lokasi Stone Garden yang berada di puncak Goa Pawon bikin wisatawan jadi makin nyaman. Karena bisa langsung berwisata ke situs bersejarah, tanpa mesti pergi jauh-jauh dari tendanya.

Buat yang senang foto-foto, kamu bisa menuju Indian Camp. Di sana, kamu akan menemukan hammock, bird nest, dan fasilitas refling yang tergantung di antara dua tebing. Silakan manjakan adrenalinmu sepuasnya.

Soal harga, spot camping Bandung ini terhitung masih sangat terjangkau. Tiket masuknya dibanderol dengan harga Rp 12 ribu, tiket camping dihargai sebesar Rp 20 ribu. Buat parkir kendaraan, kamu akan dikenakan biaya mulai dari Rp 5 ribu per unit untuk motor dan Rp 7 ribu untuk mobil.

Khawatir enggak bisa menyiapkan itinerary dan persiapan berkemah karena sibuk kerja atau kuliah? Tenang, c-Rafting Pangalengan bisa mengatasi persoalanmu. Sebab, c-Rafting Pangalengan telah menyiapkan beragam pilihan paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya.

Kamu cukup di rumah saja dan booking jadwal perjalanan supaya tak kehabisan slot. Untuk kamu yang ingin menikmati wisata outdoor untuk corporate atau family gathering selama lebih dari sehari, c-Rafting Pangalengan juga menyediakan paket rafting Pangalengan lengkap dengan penginapan. Keren, kan. Yuk, jalan! (HR)