Rafting Cileunca Pangalengan, Salah Satu Arung Jeram Seru di Jabar

Rafting Cileunca Pangalengan, Salah Satu Arung Jeram Seru di Jabar

Bagi kamu yang candu adrenalin, bermain arung jeram saat liburan jadi aktivitas seru yang tak boleh dilewatkan. Salah satu lokasi arung jeram menarik adalah rafting Cileunca Pangalengan, yang berlokasi di Bandung Selatan.

Sesuai dengan namanya, rafting Cileunca Pangalengan bisa kamu temukan di Situ Cileunca, Pangalengan. Berbeda dengan rafting yang berada di kawasan lainnya, rafting Cileunca Pangalengan memberikan kamu kesempatan menikmati keseruan yang anti-mainstream.

Di antara sekian banyak banyak layanan dan lokasi rafting di Jawa Barat, aktivitas yang satu ini termasuk yang paling populer dan punya banyak penggemar, lho. Kok bisa?

Jeram dengan Tingkat Kesulitan Beragam

Cileunca Rafting
Foto: Elhaqi Adventure

Nah, ini alasan utama yang menjadikan rafting Cileunca Pangalengan populer dibandingkan dengan arung jeram kebanyakan. Rafting Cileunca Pangalengan akan mengajak kamu menyusuri Situ Cileunca lalu bergerak menuju Sungai Palayangan.

Dalam waktu 90 menit, kamu akan mengarungi sungai sejauh 5 km dengan tingkat kesulitan jeram yang beragam, dan hanya bisa kamu temukan di Pangalengan saja. Ada tujuh jeram Grade III dan 11 jeram Grade II yang mesti kamu hadapi sepanjang menyusuri sungai.

Variasi jeram tersebut terbagi menjadi tiga jenis. Jenis pertama adalah drop. Jeram yang terbentuk karena adanya penurunan dasar sungai seperti tangga atau undak yang menurun. Bentuknya seperti air terjun berukuran kecil. Kamu bisa menemukannya di jeram domba I dan domba II.

Sedikit lebih ekstrem, yakni double drop. Jeram ini terbentuk karena adanya arus sungai yang melewati batuan besar. Bentuknya mirip dengan yang sebelumnya, hanya saja, lebih banyak dibanding yang sebelumnya. Jadi mirip seperti air terjun yang berurutan. Kamu bisa menemukan double drop di jeram kacapi.

Jenis jeram terakhir di Sungai Palayangan adalah turbulence. Ini yang paling seru, dan pastinya paling menantang. Turbulence merupakan gelombang berpusar di bawah permukaan air.

Biasanya terjadi karena adanya perbedaan kedalaman sungai, dan di sekitarnya terdapat bebatuan besar. Kamu bisa menemukannya di jeram selamat datang dan jeram blender.

Jeram-jeram di rafting Cileunca Pangalengan tersebut bisa dilalui oleh pemula yang baru mencoba maupun kamu yang sudah berpengalaman. Kamu juga akan dipandu oleh guide profesional. Tak usah khawatir kalau tidak bisa berenang. Kamu tetap akan aman, asalkan mematuhi instruksi dari pemandu.

Aliran Sungainya Aman

Arung Jeram

Sumber air Sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang merupakan danau buatan. Karena berasal dari danau hasil bendungan, aliran air Sungai Palayangan terhitung relatif stabil sepanjang tahun. Kira-kira debit airnya berada di antara 1-2,5 meter kubik per detik.

Sungai Palayangan juga bebas banjir. Sehingga, kamu tetap bisa berarung jeram, baik pada musim hujan maupun kemarau. Semuanya sama serunya!

Selain itu, Sungai Palayangan yang menjadi lokasi rafting Cileunca Pangalengan ini tidak terlalu lebar. Sehingga memudahkan tim rescue untuk berjaga tak jauh dari sisi sungai, di sekitar jeram-jeram tertentu.

Rescue darat menjadi salah satu kebutuhan saat berarung jeram. Sebab, rescue darat akan lebih cepat dan tanggap dalam memberikan pertolongan saat kecelakaan terjadi ketika berarung jeram.

Berada di Tempat Wisata Terpopuler di Pangalengan

Foto: Instagram/@janganlupajalan

Situ Cileunca merupakan tempat wisata populer yang menjadi signature Pangalengan. Setiap orang yang jalan-jalan ke Pangalengan, pasti setidaknya mesti mengunjungi Situ Cileunca dan menghabiskan waktu di sana.

Apabila kamu tipe traveler yang cukup menikmati alam saja, kamu tentu enggak akan keberatan hanya sekadar berada di tepi danau. Menikmati hembusan angin dingin yang membelai wajah sambil menatap keindahan Situ Cileunca yang mempesona.

Tetapi, buat kamu yang aktif dan harus terus bergerak, kamu pasti akan mencari aktivitas seru di sekitar Situ Cileunca. Nah, untuk memenuhi kebutuhanmu pencinta aktivitas outdoor, rafting Cileunca Pangalengan hadir menawarkan pengalaman seru yang tidak akan kamu lupakan.

Lokasinya Mudah Dicapai

Foto: Instagram/@adiprasana

Akses menuju Situ Cileunca, Pangalengan, dari Jakarta tidaklah sulit. Jalanannya juga besar dan terawat. Jadi, kamu tak perlu khawatir apabila hendak membawa mobil pribadi dan berangkat bersama keluarga besar atau teman-teman tercinta.

Untuk kamu yang berangkat dari Jakarta, kamu harus mengarahkan kendaraanmu ke Kota Bandung terlebih dahulu. Nantinya, kamu bisa mengambil jalan dari Tol Purbaleunyi dan keluar melalui gerbang Tol Moh. Toha atau Buahbatu. Namun, untuk kali ini, kita akan membahas dari gerbang Tol Moh. Toha.

Begitu keluar dari gerbang Tol Moh. Toga, kamu akan menemukan pertigaan, belok kanan ke arah selatan. Setelah itu, lurus saja mengikuti jalan raya. Nantinya kamu akan melalui beberapa kota kecamatan seperti Dayeuh Kolot, Baleendah, Pameungpeuk, dan Banjaran.

Setiba di Banjaran, di daerah Kamasan, kamu akan menemukan pertigaan lagi. Belokkan kendaraanmu ke kiri menuju Pangalengan.

Pastikan kendaraan kamu berada dalam kondisi fit, karena kamu akan melewati Kec. Cimaung. Di Cimaung, jalanan mulai menanjak. Kamu akan melalui pegunungan dan perbukitan sampai tiba di Pangalengan.

Begitu memasuki kawasan Pangalengan, berbeloklah ke kanan, jangan ke kiri menuju kota. Dari pertigaan terakhir ini, kamu cukup jalan lurus mengikuti jalan raya sejauh 6-7 km untuk tiba di Situ Cileunca.

Enggak usah takut nyasar, karena ada banyak petunjuk di sisi jalan yang bisa kamu ikuti. Wah, gokil, sih. Rafting Cileunca Pangalengan ternyata semudah itu.

Lanskap Alamnya Keren Banget

Berlokasi di dataran tinggi dengan ketinggian 1.550 mdpl bikin Sungai Palayangan punya pesona tersendiri. Saat menikmati rafting Cileunca Pangalengan, kamu akan disuguhi lanskap eksotis dari tiga kawasan wisata dengan pemandangan terbaik di Pangalengan.

Mulai dari Situ Cileunca, Hutan Pinus Rahong dengan pepohonannya yang rindang dan tinggi menjulang, sampai Perkebunan Teh Malabar yang membentang hijau. Lanskap ini bikin kamu seperti berada dalam buku dongeng karena keindahannya.

Airnya jernih dan dingin, udaranya bersih, nuansanya sejuk. Ditambah lagi bebauan khas tanah dan tanaman hijau di ketinggian yang khas. Waduh, bikin susah move on, deh.

Gimana, kamu tertarik? Kalau iya, kamu bisa langsung saja booking tempat dengan menghubungi c-Rafting Pangalengan. c-Rafting Pangalengan adalah operator perjalanan yang siap memenuhi wanderlust kamu para traveler.

Biaya yang ditawarkan juga sangat terjangkau, lho. Kamu bahkan bisa memadukan rafting di Situ Cileunca dengan paket wisata Pangalengan atau paket outbond lain yang tersedia. Misalnya seperti flying fox, paintball, offroad, camping, dan banyak lagi pilihan paket team building lainnya.

c-Rafting Pangalengan juga menyediakan penginapan, lho. Enggak ada lagi namanya kamu repot-repot mesti reservasi ke sana ke mari. Cukup satu tempat saja. Psst, ada promo spesial juga di bulan Desember!

Tunggu apa lagi? Kuy! (HR)

Villa Shinta Corner, Tempat Asyik Staycation di Pangalengan

Villa Shinta Corner, Tempat Asyik Staycation di Pangalengan

Sudah punya ide mau jalan-jalan ke mana liburan mendatang? Kalau belum ada inspirasi, bagaimana kalau kamu staycation di Pangalengan saja?

Ya, staycation di Pangalengan bisa jadi ide menarik untuk menghabiskan waktumu yang selama ini habis oleh rutinitas. Mumpung liburan, kamu bisa manfaatkan waktu kosong itu untuk berkumpul bersama yang tercinta di Pangalengan.

Kawasan dataran tinggi yang berada di selatan Bandung ini dikenal sebagai salah satu destinasi populer yang cocok banget buat keluarga.

Asrinya alam berpadu dengan suasana sejuk khas pegunungan bikin kamu makin lengket dengan keluarga. Ditambah lagi, kamu bisa menemukan beragam aktivitas liburan dan tempat wisata asyik di dalamnya. Makin jatuh cinta, deh!

Salah satu rekomendasi menarik untuk menginap saat staycation di Pangalengan adalah Shinta Corner Ranch and Resort. Kamu bisa menemukan penginapan ini di Jalan Raya Sukamenak No. 21 Pangalengan.

Shinta Corner Ranch and Resort diklaim sebagai satu-satunya penginapan di Pangalengan yang memadukan konsep penginapan dan peternakan kuda. Nah, ini yang bikin menarik. Kalau menginap di sini, kamu bisa naik kuda gretongan alias gratis!

Rute Lokasi

Staycation di Pangalengan
Foto: Instagram/@hastinnakaif

Untuk dapat mencapai Shinta Corner Ranch and Resort sangat mudah. Kamu cukup berkendara menuju Bandung dan keluar di Tol Moh. Toha. Selanjutnya arahkan kendaraanmu ke kawasan Banjaran.

Setiba di pom bensin Banjaran, belokkan kemudimu ke arah kiri menuju Pangalengan. Nanti begitu kamu sampai di Pertigaan Pangalengan, belok kiri ke arah perkebunan teh Malabar.

Tidak lama setelahnya, kamu akan mencapai pom bensin-Pasar Pangalengan, lurus saja ikuti jalan sampai kira-kira sejauh 1 km. Shinta Corner Ranch and Resort bakal berada di sisi kanan jalan. Mudah, kan?

Konsep Hunian

Foto: Instagram/@wawaaang

Mengusung konsep kombinasi penginapan dan peternakan bikin hunian di Shinta Corner Ranch and Resort jadi unik. Tiap bangunan penginapannya dibuat berada di tengah taman yang luas.

Di area depan kamar, kamu bisa menemukan hamparan rumput hijau berhias pepohonan rindang. Masing-masing vila di tempat ini terdiri dari beberapa ruangan. Mulai dari ruang tidur, ruang keluarga, ruang santai, dapur, kamar mandi, hingga teras.

Selain dikelilingi oleh taman hijau yang asri, vila-vila di Shinta Corner Ranch and Resort juga didominasi bangunan yang eco-friendly. Kebanyakan bangunannya dibuat menggunakan kayu dan dicat dengan pelitur cokelat sehingga nampak lebih alami.

Bagian atasnya dibuat seperti segitiga namun dengan aksen yang agak membulat. Tiap unit diberikan pintu, jendela, dan gorden yang senada, membuat penginapan tersebut nampak makin cantik dan Instagramable.

Enggak jarang, tamu-tamu di tempat ini memanfaatkan fasilitas dan bentuk bangunan yang unik untuk menghiasi feed media sosial mereka.

Fasilitas

staycation di Pangalengan
Foto: Instagram/@anggianirini

Untuk menemani staycation di Pangalengan kamu, Shinta Corner Ranch menyediakan akomodasi dalam empat tipe. Kamu bisa memilih unit penginapan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kamu.

Ada Palm Room, sebuah bangunan berbentuk segitiga dengan warna biru pastel yang cerah dan nuansa minimalis yang unik. Lalu ada Bungalow Suite, Mini Bungalow, Bungalow VIP, dan Asmiranda Family Room.

Tiap tipe memiliki fasilitas yang berbeda. Ada yang menyediakan sarapan, ada juga yang tidak. Begitu pula dengan kasurnya, ada yang berukuran King Bed, Queen Bed, dan juga Double Bed.

Begitu pula dengan fasilitas air panas dan teras/balkon. Jadi, agar tak salah pilih dan kecewa, sebaiknya kamu perhatikan dengan teliti jenis penginapan yang hendak kamu booking.

Namun, di luar itu, akomodasi yang populer dikenal sebagai Villa Shinta Corner tersebut punya fasilitas pelengkap lainnya yang tidak kalah menarik!

Foto: Instagram/@shinta_corner

Kamu pasti ingat, kan, kalau Pangalengan disebut-sebut sebagai kawasan peternakan sapi yang terkenal sejak dulu. Nah, sesuai dengan ‘identitas’ Pangalengan, Villa Shinta Corner akan menyajikan susu sapi asli gratis sebagai welcome drink untuk tamu-tamunya.

Satu lagi, di masing-masing unit penginapan juga disediakan perapian kayu bakar seperti yang biasa kamu temukan di film-film barat kesukaanmu. Staycation di Pangalengan tentu jadi terasa lebih hangat, terlebih kalau kamu datang bersama orang-orang tercinta.

Oh, ya, kamu juga tidak perlu khawatir ketika membawa kendaraan pribadi atau datang bersama rombongan dengan bus. Sebab, parkiran di Shinta Corner Ranch sudah dirancang dengan apik dengan area yang luas. Parkirnya pun gratis untuk tamu-tamu Villa Shinta.

Buat kamu yang membawa si buah hati, tidak perlu cemas. Di dalam vila ini juga disediakan kolam renang dan area bermain untuk si kecil. Lapangan rumputnya juga luas. Buah hati tercinta jadi bisa bergerak dan berekspresi tanpa batas.

Staycation di Pangalengan bersama teman dan keluarga tentu tidak lengkap tanpa acara berbekyu. Di Villa Shinta Corner, kamu juga bisa meminta pengelola untuk menyiapkan acara barbekyu. Psst, tersedia kambing guling juga, lho, bund.

Aktivitas dan Wisata di Sekitar Villa Shinta Corner

Foto: Instagram/@lynda_momoy

Supaya staycation di Pangalengan makin terasa sempurna, kamu jangan cuma rebahan saja. Sayang, kan, waktunya kalau sudah sampai Pangalengan tapi tidak menikmati pesonanya. Rasanya kayak makan sayur tanpa garam. Enggak lengkap!

Oleh karena itu, kamu bisa memilih beberapa aktivitas seru yang tersedia. Kamu bisa berkuda atau sekadar tea walking alias berkeliling mengitari kebun teh, atau traveling ke tempat wisata terdekat.

Tea walking dan berkuda merupakan fasilitas tambahan yang diberikan secara cuma-cuma pada pengunjung oleh pengelola Villa Shinta Corner pada tamu yang staycation di Pangalengan. Kamu cukup mendaftarkan diri saja pada resepsionis untuk dicatat namanya.

Kalau kamu mau keluar dari kawasan vila, kamu bisa berkunjung ke tempat pemandian air panas Tirta Bidadari. Jaraknya cukup dekat dari penginapan, hanya sekitar tujuh menit saja dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Air panas Tirta Bidadari dikenal sebagai wisata relaksasi dengan pemandangan bukit dan pepohonan hijau khas Bandung. Di Tirta Bidadari, tiap kolam memiliki tingkat kedalaman dan suhu yang berbeda, dari dingin, hangat sampai panas.

Fasilitas yang tersedia juga lengkap, sehingga sering menjadi tujuan wisata keluarga. Bayangkan saja, berendam di air hangat sambil memanjakan mata dan pikiran. Wah, stres dan lelah rontok semua.

Duh, membayangkannya saja sudah bikin ngiler, ya. Makin enggak tahan pengin staycation di Pangalengan.

Mau yang lebih menantang? Tenang, ada juga, kok. Kamu bisa langsung C-Rafting Pangalengan untuk mendapatkan berbagai pilihan paket trip dan aktivitas outbond seru.

Mulai dari rafting, flying fox, paintball, offroad, camping, dan banyak lagi pilihan paket team building lainnya. Tinggal pilih sesuai dengan ‘level keberanian’ kamu. Harganya juga oke di kantong, jadi enggak usah khawator kocek bolong pulang liburan.

Pemesanannya juga mudah. Kamu langsung meluncur dan cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Agar tak kehabisan slot, jangan lupa untuk booking jadwal perjalanan kamu.

Staycation di Pangalengan enggak pernah senyaman dan semudah ini, ya. Jadi, tunggu apa lagi! (HR)

Rumah Pengabdi Setan, Ikonik dan Penuh Mistis

Rumah Pengabdi Setan, Ikonik dan Penuh Mistis

Rumah Pengabdi Setan pastinya bukan hal baru bagi pencinta film horor. Rumah dengan julukan seram ini menjadi salah satu ikon tak terlupakan dari perfilman Indonesia.

Sesuai dengan namanya, rumah pengabdi setan merupakan salah satu bangunan yang digunakan untuk syuting film remake “Pengabdi Setan”. Film garapan Joko Anwar yang rilis pada 2017 lalu tersebut merupakan remake dari film berjudul sama pada 1980 silam.

Lantas, mengapa ikonik?

“Pengabdi Setan” merupakan film horor Indonesia yang meraih sukses besar. Film ini berhasil bertahan selama dua bulan di layar bioskop Indonesia dan mampu meraih 4,2 juta penonton.

Enggak cuma itu saja, dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2017, “Pengabdi Setan” berhasil menyabet 7 penghargaan dari 13 nominasi.

Kesuksesan itu tentu membawa efek domino. Salah satunya adalah bagi sosok Mawarni Suwono atau ibu yang diperankan Ayu Laksmi. Dalam film, sang ibu tinggal di rumah tua bersama keluarganya. Karena sakit keras, ia menderita lumpuh dan hanya bisa memanggil dan meminta bantuan dengan lonceng.

Rumah tua yang menjadi lokasi syuting serta hunian bagi sosok ‘ibu’ dan keluarganya itulah yang kini dikenal sebagai rumah pengabdi setan.

Lokasi dan Rute

Rumah Pengabdi Setan
Foto: Instagram/@romi_al_zeroun

Rumah pengabdi setan berada di sebuah kawasan perkebunan teh. Tepatnya di Kawasan PTPN VIII, Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kab. Bandung, Jawa Barat.

Hunian yang kerap juga dijuluki sebagai ‘rumah ibu’ tersebut merupakan rumah milik PTPN VIII yang memiliki gaya arsitektur khas Eropa. Kamu dapat melihatnya melalui lorong-lorong yang terdapat dalam rumah dan penggunaan jendela yang berukuran besar.

Untuk menuju rumah ikonik tersebut, kamu membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Bandung via Banjaran. Nanti, ketika kamu tiba di Bundaran Kec. Pangalengan, kamu bisa belok ke kiri dan melewati pasar.

Ikuti saja jalan sejauh kurang lebih 2 km, dan kemudian belok kiri setelah mencapai gapura Desa Margamukti. Begitu tiba di jalan utama Desa Margamukti, belok kanan sekitar 300 meter.

Alihkan pandanganmu ke sisi kanan jalan, lalu kamu akan dengan mudah menemukan rumah tua milik PTPN VIII. Cukup cari yang paling ramai dikunjungi wisatawan, dan voila! kamu sudah tiba di ‘rumah ibu’.

Tiket masuk menuju rumah pengabdi setan sangat terjangkau. Kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu saja per orang dan Rp 20 ribu per rombongan. Selain itu, kamu akan dikenakan biaya parkir seharga Rp 5 ribu per motor.

Rumah Tanpa Nama

Rumah Pengabdi Setan
Foto: Instagram/@suhermansu99

Dari sisi sejarah, tidak ada yang tahu pasti pemilik awal dan bagaimana kisah rumah ini. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, ‘rumah ibu’ telah berdiri sejak awal abad ke-20, tepatnya sekitar tahun 1800an.

Arsitekturnya sangat kokoh. Setelah berdiri gagah segitu lama, rumah ini tak mengalami banyak perombakan. Bentuk awalnya masih tetap sama. Bedanya hanya pada atap dan terasnya saja yang telah diperbaiki karena usia.

Rumah pengabdi setan konon dulunya dimiliki sebuah keluarga asal Belanda pada zaman kolonial. Keluarga tersebut merupakan pemilik atau tuan tanah dari kebun teh. Ada pula cerita yang mengatakan bahwa rumah tua itu merupakan bekas villa yang terkenal angker.

Namun, dari kedua cerita di atas, ada yang lebih sahih. Rumah pengabdi setan merupakan milik pemerintah yang diperuntukkan bagi pejabat dinas atau pekerja yang ditugaskan di perkebunan PTPN VIII Kertamanah.

Rumah tersebut lantas beralih fungsi menjadi lokasi syuting “Pengabdi Setan” sejak Februari 2017 lalu. Kemudian bertransformasi menjadi objek wisata usai dijadikan film tersebut dirilis ke pasar.

Angker dan Penuh dengan Kisah Mistis

Rumah Pengabdi Setan
Foto: Instagram/@tarabasro

Terlepas dari nuansa horor yang tercipta melalui film, rumah ini rupanya memang sudah sejak lama dikenal sebagai tempat angker.

Kabarnya, di masa lalu, ketika masih dihuni Belanda, ada salah satu pembantu yang bekerja di rumah ini meninggal dunia akibat tersiram air panas. Pembantu itu kemudian menjadi salah satu hantu penunggu rumah.

Bukan cuma itu saja, menurut pengalaman salah satu komunitas bernama The Ghost Photography Community, mereka sempat merasakan suhu udara yang berubah drastis saat berkunjung. Lalu, ada pula suara pintu dibanting, padahal tidak ada orang.

Cerita yang beredar di warga juga menyebutkan bahwa rumah pengabdi setan dihuni noni Belanda. Noni tersebut bahkan tak segan menampakkan diri, tak hanya pada malam hari, tapi juga siang hari.

Foto: Instagram/@riennovianti

Seakan tak cukup, kisah mistisnya tidak berhenti di situ saja. Joko Anwar selaku sutradara “Pengabdi Setan” dan para kru juga sempat merasakan sendiri pengalaman mistis dalam rumah ini.

Mulai dari mendengar suara anak kecil berlogat Belanda yang kental sedang berlarian di lantai dua. Kemudian, ada pula bau melati yang menyengat, hingga mendengar suara gaib yang tengah mengobrol.

Ayu Laksmi pemeran ‘ibu’ juga sempat merasa ketindihan saat sedang syuting di rumah ini. Menurut cerita yang beredar, sempat ada kasus mahasiswa kesurupan dan berbicara dengan bahasa Belanda.

Uniknya, kisah mistis di dalam rumah tua tersebut bukannya membuat orang-orang enggan untuk datang. Justru wisatawan jadi berbondong-bondong untuk berkunjung dan menyaksikan sendiri ‘kengerian’ yang ditawarkan.

Apalagi, kini kamu bisa menyusuri setiap jejak peninggalan “Pengabdi Setan” di dalamnya. Termasuk memandangi foto ikonik ibu yang berada di atas perapian. Dijamin bikin ngeri-ngeri sedap!

Hampir Tak Jadi Dipakai Syuting

Foto: Instagram/@alghifar15

Dalam sebuah wawancara, Joko Anwar mengatakan bahwa ia sudah jatuh hati dengan rumah tua di Pangalengan ini. Hanya saja, kondisinya yang sudah sangat tua membuat dia sempat ragu.

Terlebih menurut penuturannya, kondisi rumah pengabdi setan cukup berbahaya untuk ditempati. Menginjakkan kaki di dalam rumah saja dianggap cukup berisiko karena sudah sangat renta.

Tetapi, setelah mencari rumah pengganti, Joko tidak menemukan hunian yang lebih baik. Untuk itu, ia kembali menuju rumah bekas Belanda tersebut. Terutama karena secara denah rumah, posisi kamar, tangga, dan ruangan lainnya sudah sesuai dengan script.

Ia cukup menambahkan sumur dan kuburan sebagai properti tambahan saja untuk memperkuat cerita dalam film. Tidak perlu melakukan renovasi atau bongkar ruangan.

Bisa Dijadikan Lokasi Uji Nyali

Foto: Instagram/@najmidhiam

Masih ngerasa kurang greget? Tenang. Kamu bisa memacu adrenalin dan menguji keberanian dengan melakukan uji nyali. Ya, uji nyali.

Rumah pengabdi setan buka setiap hari selama 24 jam. Kamu cukup datang pada malam hari dan menginfokannya pada penjaga. Setelah itu, kamu bisa menguji dirimu dengan membandingkan pengalaman dengan berbagai kisah-kisah mistis yang ada.

Nah, kalau sudah sampai di Pangalengan, pastinya kamu enggak mau jalan-jalan kamu jadi ‘kentang’. Supaya liburanmu lebih berwarna, kamu bisa menggunakan jasa C-Rafting Pangalengan.

Mulai dari mencoba keseruan flying fox, paintball, offroad, camping, dan beragam aktivitas seru lainnya. Enggak perlu repot-repot, cukup cek paket wisata atau paket outbound yang disediakan dan langsung booking jadwal perjalanan kamu supaya enggak kehabisan slot.

Menariknya lagi, C-Rafting Pangalengan juga menyediakan penginapan buat kamu yang pengin sekalian staycation. Dijamin, liburanmu jadi makin tak terlupakan! (HR)

Villa Jerman Pangalengan, Angker Tapi Klasik

Villa Jerman Pangalengan, Angker Tapi Klasik

Villa Jerman Pangalengan, begitu kira-kira orang memanggilnya.

Vila yang didominasi warna putih dengan rangka cokelat tua itu berdiri megah di tengah perkebunan teh. Nampak sangat kontras dengan hamparan hijau yang ada di sekitarnya.

Villa Jerman Pangalengan berada di kawasan wisata Perkebunan Teh Cukul. Julukannya itu berasal dari bentuknya yang mirip dengan rumah-rumah pedesaan yang bisa kamu temukan di negeri yang dikenal pula sebagai Deutschland itu.

Berdiri di dataran dengan ketinggian 1600 mdpl, vila tua itu merupakan rumah yang sarat sejarah. Tak ada yang tahu pasti kapan vila tersebut didirikan. Namun, Villa Jerman Pangalengan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Ketika Pangalengan masih menjadi kawasan perkebunan dan pusat peternakan sapi perah. Peternakan sapi dibuat untuk memenuhi kebutuhan bangsa Belanda terhadap susu.

Bentuknya Klasik dan Unik

Villa Jerman Pangalengan
Foto: Instagram/@bagusreza

Arsitekturnya yang klasik bergaya Eropa menjadikan Villa Jerman Pangalengan kerap dijadikan sebagai lokasi untuk syuting film. Ukurannya sangat besar. Bahkan melebihi bangunan yang ada di sekitarnya.

Tidak heran, bangunan tersebut seakan langsung mengundang mata pengunjung untuk memperhatikannya. Saking besarnya, kamu bahkan masih bisa melihat Villa Jerman Pangalengan dari seberang danau yang ada di depannya.

Villa Jerman di Pangalengan ini pernah mengalami kerusakan berat akibat gempa 2009 silam. Untuk memperbaikinya, rumah tersebut pun dipugar. Kini Villa Jerman Pangalengan dimiliki oleh perusahaan teh ternama Indonesia, Sosro.

Sayangnya, setelah pemugaran, bangunan ikonik tersebut tak lagi diperuntukkan untuk umum. Hanya tamu perkebunan yang diperbolehkan masuk dan mengeksplorasi vila.

Kalau pun ada yang diperbolehkan untuk masuk, jam kunjungannya dibatasi. Wisatawan hanya diperbolehkan berkunjung sampai pukul 18.00 WIB.

Sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya. Sebelum rusak karena gempa, wisatawan bisa masuk menjelajah hingga ke seluruh kamar, termasuk lantai dua.

Sayangnya, setelah direnovasi, bangunan Villa Jerman tidak diperuntukkan wisatawan umum. Hanya tamu perkebunan yang dapat menjelajah rumah tersebut. Padahal, sebelumnya, setiap wisatawan bebas masuk ke gedung dua lantai dengan banyak kamar tersebut. Bahkan, kini jam kunjungan pelancong dibatasi hanya sampai pukul enam sore waktu setempat.

Dikenal Angker dan Misterius

Foto: Instagram/@thelaxi

Di balik keindahannya yang menghipnotis, kabarnya bangunan yang juga dikenal sebagai Villa Cukul itu menyimpan kisah misteri. Konon, landmark ini dikenal pula sebagai Villa Merah karena kisahnya yang menyeramkan.

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, Villa Jerman Pangalengan pernah menjadi saksi bisu pembunuhan sadis yang tak terungkap. Saat pembunuhan terjadi, bekas darah berceceran di lantai dan menjadikan rumahnya ‘merah’.

Arwah korban juga kabarnya sering menampakkan diri pada orang-orang yang berkunjung ke sana. Selain itu, sering kali saat tengah malam, terdengar suara musik yang tak kunjung berhenti hingga subuh menjelang.

Jadi “Spot Selfie” Populer

Villa Jerman Pangalengan
Foto: Instagram/@ellenamerinna

Larangan untuk memasuki Villa Jerman Pangalengan tentu saja enggak langsung menyurutkan semangat traveler. Walau tidak diberi masuk, kamu masih bisa menikmati keindahannya dari kejauhan.

Kamu bisa sekadar memanjakan mata melalui pesonanya yang memikat atau mengabadikannya lewat kamera. Kamu bisa menggunakan drone untuk mendapatkan top view yang klasik dan berkelas itu.

Alternatif lainnya untuk kamu yang enggak punya drone, kamu bisa menjadikan vila unik ini sebagai background foto. Cukup dengan memanfaatkan gadget yang ada dan berpose favorit, kamu bisa bikin semua followers iri dengan hasil foto yang apik.

Apalagi dari segi biaya, tiket masuk menuju Perkebunan Teh Cukul yang ada di sekitarnya relatif terjangkau. Kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu saja per orang. Murah meriah, kan!

Masih ada lagi, lho. Kalau kamu bisa datang lebih pagi, ketika langit masih gelap. Kamu bisa mendapat kesempatan menikmati sunrise indah yang muncul dari balik hijaunya kebun teh.

Nikmati eksotisme Perkebunan Teh Cukul dan sunrise berpadu dengan suasana sejuk khas Pangalengan. Dijamin bikin pengin datang lagi, lagi, dan lagi.

Rute dan Lokasi

Foto: Instagram/@unboxing_indonesia

Untuk bisa menyambangi Villa Jerman Pangalengan, kamu cukup datang berkunjung ke Perkebunan Teh Cukul. Jaraknya sekitar 63 km dari Kota Bandung dengan waktu perjalanan kurang lebih 2 jam 11 menit.

Perkebunan Teh Cukul sendiri di Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan. Dari Kota Bandung, kamu bisa mengambil jalan menuju Baleendah, lalu Banjaran, hingga sampai di Pangalengan. Nanti lokasi vilanya tepat di pinggir Jalan Raya Cukul arah ke Talegong.

Akan sangat mudah untuk menemukan vila ini karena bentuknya yang berbeda dan ukurannya yang di atas rata-rata. Tetapi, kalau kamu takut tersesat, ada baiknya mengaktifkan layanan penunjuk arah seperti Google Maps atau Waze.

Tips Berkunjung

Foto: Instagram/@daniel.dahni

Jalanan menuju ke Cukul atau Pangalengan cukup menantang. Lereng perbukitan dan lembah yang berkelok akan jadi lintasan yang pasti kamu lewati saat berkunjung.

Oleh karena itu, kamu mesti ekstra berhati-hati ketika menyetir. Terutama bila kamu datang sebelum matahari terbit atau pada pagi hari. Biasanya kabut tebal akan turun dan memperpendek jarak pandang.

Belum lagi kawasan ini terkenal rawan longsor saat musim hujan. Lembah yang berada di bawah dataran tingginya juga memiliki topografi yang curam. Bisa mencapai 200 m dari jalan raya.

Di luar itu, kamu juga harus ingat, bahwa Pangalengan adalah kawasan yang sejuk. Supaya tidak kedinginan atau masuk angin, kamu mesti mengenakan pakaian hangat atau jaket, bahkan saat siang hari.

Lalu, jangan lupa untuk membawa uang tunai yang cukup untuk membayar tiket masuk dan jajan. Di sekitar Cukul, kamu akan menemukan beberapa warung yang menjajakan minuman hangat dan makanan ringan yang menggoda.

Terakhir, jangan lupa bawa kamera atau ponsel dengan batere penuh. Kan, sayang banget, kalau kamu sudah all out, tapi baterenya habis.

Buat kamu yang enggak pengin jalan-jalan gitu doang, kamu bisa mengisi liburan dengan beragam aktivitas seru lainnya. Misalnya flying fox, paintball, offroad, camping, dan masih banyak lagi.

Nah, supaya enggak repot, kamu bisa langsung menghubungi C-Rafting Pangalengan. Operator perjalanan berbasis di Pangalengan yang siap memenuhi wanderlust traveler.

Menariknya lagi, C-Rafting Pangalengan juga menyediakan penginapan buat kamu yang pengin sekalian staycation. Kamu bisa cek paket wisata atau paket outbound yang disediakan dan langsung booking jadwal perjalanan kamu supaya enggak kehabisan slot. Seru banget, kan!

7 Operator Travel untuk Cileunca Rafting

7 Operator Travel untuk Cileunca Rafting

Cileunca rafting atau rafting di Situ Cileunca pastinya selalu jadi opsi menarik untuk mengisi aktivitas liburan kamu. Terutama buat kamu yang ‘candu’ dengan aktivitas penuh tantangan atau menantang adrenalin.

Bayangin saja, kamu bisa melaju di atas danau berair dingin yang populer sekaligus jadi wisata ikonik Pangalengan. Enggak cuma itu saja, kamu juga akan menyusuri Sungai Palayangan yang dikenal memiliki jeram dengan tingkat kesulitan yang beragam.

Sembari itu, kamu bisa menikmati keindahan Pangalengan dengan nuansa sejuk dan alamnya yang memikat. Apalagi menjelang finish, kamu juga akan menyisir sungai yang melintas di tengah Hutan Pinus Rahong. Duh, seru banget enggak, sih!

Nah, tapi, ada tapinya, nih. Aktivitas yang seru tentu saja harus disertai dengan pemilihan operator travel yang baik juga. Karena, tanpa operator perjalanan yang baik, kamu pasti akan kesulitan menikmati seluruh keseruan yang ditawarkan oleh Cileunca rafting.

Berikut adalah daftar operator perjalanan di Pangalengan yang bisa kamu hubungi untuk mencoba Cileunca Rafting. Apa saja? Yuk, langsung simak list-nya.

C-Rafting Pangalengan

Operator pertama adalah C-Rafting Pangalengan. Untuk bisa menikmati Cileunca rafting, kamu enggak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu besar.

Cukup merogoh kocek mulai dari Rp 125 ribu per pax saja, kamu sudah mendapatkan welcome drink, snack, makan berat, dan peralatan rafting seperti perahu, pelampung, dan dayung. Ada pula safety equipment & rescue team, rest area, tempat bilas, asuransi, local transport, dan instruktur.

Biasanya, habis beraktivitas berat begitu, kan, kamu pasti suka lapar, ya. Nah, kamu bisa memesan paket lengkap dengan makan siang cuma dengan menambah biaya sebesar Rp 25 ribu saja. Murah meriah, deh.

Selain Cileunca rafting, kamu bisa mencoba aktivitas seru lainnya. Seperti flying fox, paintball, offroad, camping, dan masih banyak lagi. Menariknya lagi, C-Rafting Pangalengan juga menyediakan penginapan buat kamu yang pengin sekalian staycation.

Kamu bisa mengecek paket wisata atau paket outbond lainnya yang tersedia. Jangan lupa untuk langsung booking jadwal perjalanan kamu supaya tak kehabisan slot!

Arture Indonesia Rafting

Arung Jeram
Foto: Arture Indonesia Rafting

Paket rafting atau arung jeram merupakan produk yang paling diunggulkan di Arture Indonesia Rafting. Kamu bisa menantang diri dengan berarung jeram tanpa perlu khawatir.

Paket wisata yang ditawarkan tidak hanya rafting atau arung jeram, Arture juga menyediakan paket outbound, paintball, offroad, team building, ataupun paket menginap seperti camping atau villa yang sangat cocok untuk liburan keluarga atau bersama rekan kantor.

Paket yang ditawarkan memiliki harga yang berbeda sesuai dengan masing-masing fasilitas yang ditawarkan. Untuk urusan rafting, kamu cukup merogoh kocek Rp 125.000 /orang atau Rp 150.000 /orang jika ingin disediakan makan siang. Kamu juga bisa menyesuaikan pilihan paket wisata lainnya sesuai dengan kebutuhan dan bujet pada halaman penawaran jasa Arture Indonesia.

Selain itu, kamu juga bisa memilih paket outing yang memadukan acaramu dengan rafting dan beragam aktivitas lainnya. Tersedia juga pilihan kambing guling atau live music yang bisa bikin acaramu makin seru.

King Adventure Indonesia

Operator selanjutnya adalah King Adventure Indonesia yang berbasis di Jalan Maribaya Timur, Lembang, Jawa Barat. Buat kamu yang suka rafting, King Adventure menawarkan beragam pilihan lokasi menarik.

Untuk rafting, King Adventure membanderol harga mulai dari Rp 150 ribu tidak termasuk makan siang dan snack. Buat kamu yang berencana datang dengan rombongan lebih dari 30 orang, tersedia paket-paket yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

Mulai dari paket one day outbond, one day outbond dan paintball, paket 2H1M dengan aktivitas outbond, paintball, dan rafting, serta paket 3H1M dengan aktivitas outbond, paintball, rafting, dan offroad.

Elhaqi Adventure

Cileunca Rafting
Foto: Elhaqi Adventure

Cileunca rafting di Elhaqi Adventure dibanderol dengan harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp 125 ribu saja per paket dengan minimum pemesanan 5 pax. Harga tersebut belum termasuk makan siang, ya.

Dengan harga segitu, kamu sudah bisa mendapatkan pengalaman rafting sejauh 4,5 km di Sungai Palayangan lengkap dengan perlengkapan arung jeramnya. Snack sebanyak satu kali, guide, rescuer dan P3K, local transport, tiket masuk ke Situ Cileunca, asuransi, dan juga foto dokumentasi.

Gravity Adventure

Ada tujuh paket menarik yang ditawarkan Gravity Adventure untuk para peminat rafting. Untuk bisa mencobanya, kamu mesti mengeluarkan uang mulai dari Rp 150 ribu per orang dengan minimal partisipan enam peserta.

Paket rafting ini disebut sebagai paket A. Paket Rafting A memberikan kamu kesempatan untuk berarung jeram selama dua jam lengkap dengan instruktur, safety equipment, serta rescue team. Lalu, disediakan pula air mineral, local transport, tiket masuk Situ Cileunca dan asuransi.

Soal barang bawaan, kamu enggak usah khawatir. Gravity Adventure menyediakan loker, private toilet dan shower spesial untuk peserta Cileunca rafting.

Cileunca Rafting

Foto: Cileunca Rafting

Sesuai dengan namanya, paket rafting atau arung jeram merupakan produk yang paling diunggulkan dari operator yang satu ini. Kamu bisa menantang diri dengan berarung jeram tanpa perlu khawatir.

Salah satu hal menarik dari operator yang satu ini adalah karena paket-paket rafting yang ditawarkan diberi nama sesuai dengan zodiak. Ada tujuh paket yang bisa kamu pilih, yakni Gemini, Taurus Leo, Virgo, Sagitarius, Aries, dan Scorpio.

Ketujuh paket itu memiliki harga yang berbeda sesuai dengan masing-masing fasilitas yang ditawarkan. Kamu bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan juga bujet kamu.

Parac Adventure

Cileunca Rafting
Foto: Instagram/parac_adventure

Operator terakhir dalam list kali ini adalah Parac Adventure yang berbasis di Situ Cileunca Pangalengan.

Di Parac Adventure, kamu bisa melakukan arung jeram seru bersama orang-orang tersayang dengan biaya mulai dari Rp 150 ribu saja per orangnya. Kamu akan mendapatkan pengalaman seru Cileunca rafting sejauh 4,5 km selama kurang lebih dua jam, lengkap dengan equipment pendukungnya dan snack.

Mau yang lebih dari itu? Tenang, ada paket-paket lainnya yang juga tak kalah seru. Misalnya Paket Rileks C, Paket Battle Paintball, Paket Adventure, Paket Offroad Seru, dan masih banyak lagi.

Oh, ya, untuk bisa menikmati keseruannya, Parac Adventure menyarankan agar kamu melakukan pemesanan maksimal 2 hari sebelum hari H. Sebab, mereka butuh waktu mendaftarkan kamu untuk asuransi.

Gimana, sudah menemukan yang tepat untuk kamu? Kalau sudah, yuk, langsung jalan!