5 Spot Terbaik untuk Tahun Baru di Pangalengan

5 Spot Terbaik untuk Tahun Baru di Pangalengan

Rasanya tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding menikmati hangatnya mentari di tahun yang baru. Untuk kamu yang merayakan tahun baru di Pangalengan, menikmati sunrise di tengah sejuknya dataran tinggi Bandung jadi salah satu cara menenangkan hati.

Sembari menyiapkan doa, harapan, dan resolusi terbaik untuk 2021 mendatang. Kamu akan merasakan sensasi teduh saat menikmati alam Pangalengan yang indah. Menyelipkan waktu, barang sesaat, untuk bersyukur terhadap hal-hal yang telah terjadi sepanjang 2020 lalu.

Ditemani kopi hangat favoritmu dan kudapan hangat khas Bumi Pariangan, kamu menarik napas panjang. Mengisi paru-paru dengan udara segar yang akan sulit ditemukan di ibu kota. Menebalkan tekad dan semangat untuk menjalani hari baru.

Wah, membayangkannya saja sudah bikin tenang sekaligus bersemangat, ya. Untuk memudahkanmu memilih tempat yang tepat untuk tahun baru di Pangalengan, berikut tujuh spot menarik yang bisa kamu pilih.

Yuk, simak ulasannya!

Wayang Windu Panenjoan

tahun baru di Pangalengan
Foto: Instagram/@sigotik91

Menurut riset, warna hijau memiliki dampak psikologis yang baik bagi manusia. Warna hijau bisa menenangkan emosi dan menyeimbangkan perasaan. Warna ini juga biasa dipakai untuk membantu orang-orang yang tengah mengalami tekanan.

Buat kamu yang merasa terlalu tegang dan butuh untuk merilekskan hati dan pikiran, kamu bisa menyambangi Wayang Windu Panenjoan. Didominasi warna hijau yang berasal dari hamparan kebun teh, kamu akan merasa tenang saat merayakan tahun baru di Pangalengan.

Wisata kebun teh yang dikelola PT Perkebunan Nusantara VIIII itu siap memanjakan mata dengan pengalaman yang tak terlupakan. Suasananya yang sejuk juga akan memberikan kamu kenyamanan yang tidak akan terlupakan.

Wayang Windu juga menyediakan gardu pandang untuk kamu yang berencana menikmati sunrise atau sunset dari ketinggian. Bagi perindu aktivitas adrenaline, bawa sepeda gunung dan tantang dirimu di trek ekstrem sejauh 15 km. Seru, kan!

Situ Cileunca

Foto: Instagram/@barli8js

Spot kedua yang enggak kalah keren untuk tahun baru di Pangalengan, apalagi kalau bukan Situ Cileunca.

Danau yang menjadi situs wisata signature (dan tentu saja andalan) Pangalengan tersebut punya pesona mengagumkan. Berada di ketinggian 1.550 mdpl, Situ Cileunca menawarkan pemandangan danau seluas 1.400 hektare yang dihiasi pepohonan hijau yang berdiri gagah.

Di tepinya, kamu akan menemukan hamparan rerumputan hijau, tenda, serta perahu kayu klasik yang ditambat oleh pemiliknya. Di sekelilingnya, kamu akan menemukan hijaunya Perkebunan Teh Malabar yang eksotis.

Tahun baru di Situ Cileunca dapat kamu rayakan dengan menanti sunrise dari tepi danau. Menikmati kesejukannya sambil memandangi panorama eksotis dan menyesap kopi panas.

Usai menyapa mentari terbit, kamu bisa berolahraga dengan mendayung perahu menyusuri sungai. Pilihan lainnya, kamu bisa mengikuti aktivitas seru dan ekstrem, seperti flying fox atau rafting.

Salah satu operator penyedia layanan yang bisa kamu tuju adalah c-Rafting Pangalengan. Dengan c-Rafting Pangalengan, kamu bisa mendapatkan berbagai pilihan paket trip dan aktivitas outbond seru buat liburan. Mulai dari rafting, flying fox, paintball, offroad, camping, dan banyak lagi pilihan paket team building lainnya.

Di luar itu, masih ada banyak lagi paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia. Kamu bisa langsung cek dan booking jadwal perjalanan, supaya tak kehabisan slot. Terutama saat tahun baru di Pangalengan.

Cukul Sunrise Point

Foto: Instagram/@jimperangin

Bagi kamu pemburu sunrise, spot terbaik yang selalu jadi andalan saat tahun baru di Pangalengan adalah Cukul Sunrise Point. Meski terhitung baru, kawasan wisata ini tak pernah sepi pengunjung.

Berada di atas ketinggian 1.600 mdpl, kamu bisa menyaksikan pesona luar biasa mentari terbit dari balik Gunung Wayang. Seakan malu-malu, matahari naik ke atas langit sambil ditutupi awan dan kabut tebal.

Semburat oranyenya berpadu indah dengan hijaunya kebun teh dan juga langit abu-abu menjelang biru. Dari spot sunrise dan view point yang disediakan, kamu juga bisa menikmati pemandangan jalanan berkelok khas pegunungan yang membelah kebun teh.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Cukul Sunrise Point memang telah menyediakan spot khusus bagi penikmat sunrise. Jadi, kamu tak perlu susah-susah mencari posisi terbaik untuk menikmati pagi hari. Cukup dengan mengikuti petunjuk arah yang telah disediakan.

Untuk kamu yang senang selfie, ada banyak anjungan yang bisa kamu manfaatkan. Mulai dari yang berbentuk tonggak kayu, sayap malaikat, perahu, hingga yang bertuliskan I Love U.

Gunung Malabar

tahun baru di Pangalengan
Foto: Instagram/@gun_rinjani

Bicara soal sunrise tentu enggak afdal rasanya kalau tak menyebutkan gunung. Bagi para pendaki, tidak ada yang bisa menyaingi indahnya pemandangan matahari terbit dari puncak gunung.

Di Pangalengan sendiri, ada sebuah gunung yang biasa menjadi lokasi pendakian. Namanya adalah Gunung Malabar.

Gunung Malabar dikenal dengan empat puncak tertingginya, yaitu Gunung Wayang, Haruman, Puntang, dan Gunung Batu. Di antara keempat puncak tertinggi itu, yang paling populer adalah Gunung Puntang.

Pendakian menuju Gunung Malabar akan diawali oleh perkebunan teh yang hijau dan luas. Sepanjang perjalanan, kamu akan merasakan alam Jawa Barat yang masih sangat asri.

Untuk dapat mencapai puncak, kamu membutuhkan waktu sekitar empat jam. Buat kamu yang enggak punya banyak waktu, kamu bisa tektok naik dan turun dalam sehari. Asalkan, turunnya jangan pada malam hari, karena masih banyak hewan buas seperti macan tutul berkeliaran.

Kawasan gunung ini juga masih sangat jarang didaki. Oleh karena itu, baiknya kamu membawa pendaki yang sudah terbiasa atau setidaknya pernah melalui lintasan tersebut.

Spot terbaik untuk menyaksikan sunrise adalah di Puncak Mega. Titik tertinggi di Gunung Puntang. Dari tempat ini, kamu bisa melihat hamparan Kota Bandung, Gunung Burangrang, Tangkuban Perahu, juga Bukit Tunggul.

Kalau beruntung, apabila cuaca cerah, kamu bahkan bisa menikmati keindahan Gunung Pangrango dari kejauhan. Pulangnya, jangan lupa untuk menyambangi Air Terjun Siliwangi yang merupakan salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat.

Tahun baru di Pangalengan kamu dijamin tidak akan terlupakan!

Penangkaran Rusa Kertamanah

Foto: Instagram/anam_67

Tahun baru di Pangalengan bukan hanya menarik untuk dilakukan oleh kamu para single atau pasangan kekasih. Buat kamu yang memiliki buah hati, kawasan dataran tinggi yang dikenal sebagai ‘surga’ kebun teh dan juga peternakan tersebut bisa jadi alternatif yang menarik.

Salah satu spot yang bisa kamu sambangi adalah Penangkaran Rusa Kertamanah. Kawasan ini dikenal sebagai tempat wisata ramah anak.

Kamu bisa mengajak buah hati tercinta untuk merayakan tahun baru di Pangalengan sambil bertemu rusa-rusa menggemaskan. Ajak si kecil untuk memberi makan rusa dan bermain bersama.

Aktivitas ini akan melatih motorik anak sekaligus juga menumbuhkan rasa cinta pada binatang. Setelah bermain dengan rusa, kamu juga bisa mengajak kesayanganmu untuk bertemu dan ‘berpetualang’ bersama teman sebayanya di taman bermain anak.

Berinteraksi dengan hewan dan teman sebaya bisa meredakan stres. Terutama setelah sekian lama berada di rumah, tidak bisa ke mana-mana dan juga proses pembelajaran yang dilakukan secara online semasa pandemi.

Oh, ya, yang tak boleh terlupa. Penangkaran Rusa Kertamanah hanya bebas dikunjungi pada pagi hari. Jadi pastikan, kamu dan anak-anak bangun lebih cepat agar bisa bertemu rusa.

Kalau kamu tiba setelah jam 12, pagar penangkaran akan ditutup. Kamu jadi cuma bisa melihat dari luar saja. Tidak puas, kan.

Gimana, sudah menemukan spot yang terbaik untuk menyambut tahun baru di Pangalengan kali ini? Pasti sudah, ya.

Kalau gitu, silakan rancang liburan terbaikmu supaya nyaman, dan menyenangkan. Biar makin aman, cek tips yang sudah disiapkan c-Rafting Pangalengan, ya!

Happy New Year 2021! (HR)

Kampung Singkur, Wisata Pangalengan yang Bikin Hati Adem

Kampung Singkur, Wisata Pangalengan yang Bikin Hati Adem

Sedang mencari tempat wisata alam yang cocok buat keluarga? Kampung Singkur bisa jadi jawabannya. Tempat wisata alam yang dikenal juga sebagai Saung Awi ini memang jagonya wisata alam keluarga.

Sesuai dengan namanya, Singkur yang dalam bahasa Sunda berarti menyepi, terasing atau jauh dari keramaian. Kampung Singkur memang menawarkan pengalaman seru yang tak terlupakan. Enggak tanggung-tanggung, lokasinya bahkan berada di tengah hutan pinus.

Ya, tepatnya di Hutan Pinus Rahong yang dikenal dengan keindahan alamnya yang magis. Untuk menuju Kampung Singkur, kamu bahkan mesti berkendara sekitar 50 km jauhnya dari Kota Bandung. Jauh-jauh, deh, dari yang namanya mal, polusi, dan asap.

 

Keindahan yang Mendamaikan Hati

Apa sih yang bikin wisata alam di Pangalengan ini banyak diincar wisatawan? Tentu saja pengalaman alamnya yang kental dan menenangkan. Dijadikan sebagai kawasan resapan air, Hutan Pinus Rahong bukan cuma berisi satu atau dua pohon saja, tapi mungkin bisa mencapai ribuan.

Tak jarang, kabut meliputi hutan ini saat pagi menjelang. Pepohonannya pun tumbuh tinggi menjulang dengan dedaunan yang rindang. Meski matahari bersinar terik, kamu akan tetap merasa terlindung dan nyaman saat berada di dalamnya.

Mengusung konsep ala pedesaan, rumah-rumah di Kampung Singkur dibuat dengan menggunakan kayu. Kayu-kayu yang telah disusun itu kemudian diberi pelitur cokelat untuk semakin mempertegas warna alaminya. Bentuknya seperti pondok-pondok yang biasa kamu temukan dalam buku cerita semasa kanak-kanak.

Rumah-rumah itu berhadapan dengan Sungai Palayangan yang mengalir deras. Kamu jadi bisa menikmati damainya hutan pinus sambil ditemani gemericik air. Benar-benar seperti dalam dongeng!

Enggak cuma itu saja, karena berada di daerah dataran tinggi, kamu akan menikmati nuansa sejuk khas Pangalengan. Hawa menyejukkan itu lantas berpadu dengan bau pinus yang menyegarkan. Sepanjang mata memandang, kamu akan melihat lanskap hijau menyegarkan mata. Kebayang, kan, gimana ademnya?

 

Bisa Ngapain Aja?

Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di Kampung Singkur. Mulai dari yang levelnya biasa sampai ekstrem ada di sini. Buat kamu yang cuma mau menikmati keindahannya, kamu bisa sewa tikar dan rebahan di saung yang tersedia.

Biaya sewa tikar murah, kok, cuma Rp 10 ribu dari pagi sampai kamu pulang. Kamu bisa juga memanfaatkan hammock yang tersedia untuk sekadar bersantai menikmati panoramanya yang menawan.

Untuk yang senang ber-selfie atau yang suka fotografi, kamu bisa memanfaatkan berbagai sisi menarik dari wisata Pangalengan tersebut. Jembatan kayu, perahu karet beragam warna, celah di antara pepohonan pinus, dan masih banyak lagi. Apalagi, kalau kamu menginap dan bisa mendapat kabut pagi. Wah, foto gaya folk makin mantap.

Kampung Singkur menyediakan camping site buat kamu yang pengin nenda. Lengkap juga dengan aktivitas outbond yang seru. Di antaranya flying fox, paintball, rafting, offroad, dan tubing trip. Tubing trip adalah aktivitas outbond menggunakan ban karet menyusuri aliran sungai.

Oh, iya, layanan arung jeram atau yang dalam bahasa kerennya rafting di Kampung Singkur juga beda dari biasanya. Soalnya, kamu akan diajak rafting menyusuri Sungai Palayangan dari Situ Cileunca. Nah, lokasi Situ Cileunca yang berada di dataran tinggi itu bikin suhu air jadi sangat rendah.

Seiring perjalanan, kamu akan menikmati arus sungai yang berbeda-beda levelnya. Kamu akan mengarungi sungai sepanjang 5 kilometer dalam waktu dua jam sambil menikmati pesona pepohonan pinus di tepinya. Seru dan menegangkan, pastinya!

Untuk kamu yang membawa buah hati, kamu bisa memanfaatkan fasilitas keluarga yang tersedia. Ada water kids zone yang berisi arena tangkap ikan untuk anak-anak. Bersama dengan anak, kamu bisa memetik stroberi secara langsung di Kebun Petik Strawberry atau sekadar naik perahu di Situ Cileunca.

Area Kampung Singkur juga sangat luas. Jadi anak-anak kamu bisa beraktivitas dan bergerak bebas tanpa hambatan. Sesuatu yang mungkin jarang sekali bisa mereka lakukan di perkotaan.

 

Rute Perjalanan

Tempat wisata di Pangalengan ini berlokasi tak jauh dari Kota Pangalengan. Hanya sekitar 4 kilometer saja ke arah barat. Tepatnya di Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Selatan.

Dari Kota Bandung, kamu bisa menggunakan akses tol Soreang-Pasir Koja atau Moh. Toha. Lalu dilanjut dengan berkendara via Situ Cileunca. Kemudian mengambil jalan menuju Pinus Rahong. Nanti kamu akan menemukan petunjuk jalan menuju Kampung Singkur.

Kalau masih ragu, kamu bisa menggunakan navigasi dari Google Maps atau bertanya pada penduduk sekitar. Enggak perlu khawatir soal jam buka, karena tempat wisata ini buka 24 jam. Walau begitu, untuk aktivitas wisatanya sendiri hanya buka pukul 08.00-17.00 WIB saja, ya.

Semasa pandemi, Kampung Singkur  sudah kembali dibuka sejak akhir Juni lalu. Seluruh arenanya dibuka untuk wisatawan tanpa terkecuali. Dari mulai camping site sampai wisata air. Jadi, kamu tak perlu khawatir.

 

Fasilitas yang Tersedia

Selain fasilitas outbond, tersedia pula warung makan, toilet, musala, serta penginapan. Jadi makin nyaman, deh.

 

Harga Tiket

Harga tiket masuknya sangat terjangkau. Kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu saja per orang. Untuk parkir kendaraan, kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 40 ribu untuk mobil dan Rp 10 ribu untuk motor.

Sementara untuk aktivitas outbond, harga yang diterapkan berbeda tergantung pada kegiatan yang ingin kamu coba. Walau begitu, harganya terjangkau, kok. Hanya berkisar antara Rp 20-200 ribu saja. Kalau mau lebih murah, kamu bisa pilih paket wisata yang tersedia.

Kamu bisa langsung booking jadwal perjalanan dengan menghubungi c-Rafting Pangalengan atau dari laman resminya. c-Rafting Pangalengan adalah operator wisata outdoor yang menyediakan beragam layanan menarik buat kamu yang suka traveling. Baik c-Rafting maupun Kampung Singkur masih berada dalam satu payung Arture Indonesia.

Seru banget, kan. Jadi, nunggu apalagi? Cuss, yuk! (HR) 

 

Legenda Situ Cileunca dan Mitosnya, Dari Alu Jadi Danau

Legenda Situ Cileunca dan Mitosnya, Dari Alu Jadi Danau

Legenda Situ Cileunca menjadi salah satu kisah memikat bagi pegiat jalan-jalan di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Segala sesuatu tentang danau buatan yang menjadi ikon wisata Pangalengan itu memang senantiasa memancing rasa ingin tahu. Keindahannya saja seakan tak cukup memuaskan rasa kagum dan keingintahuan wisatawan yang menjumpainya.

Sekilas, tidak ada yang istimewa dari danau buatan tersebut. Sejarah mencatat, Situ Cileunca dibuat puluhan tahun lalu, bahkan ketika Indonesia belum merdeka.

Seperti yang dihimpun dari berbagai sumber, Situ Cileunca dulunya hanyalah sebuah kawasan pribadi berupa hutan belantara milik seorang Belanda bernama Kuhlan.

 

Legenda Situ Cileunca 

Tak ada yang tahu pasti tentang Kuhlan, namun ada segelintir orang yang mengatakan bahwa ia adalah Willem Hermanus Hooghland, pemilik Borderij N.V. Almanak. Ia adalah seorang kaya raya pemilik lahan di Pangalengan pada masa tersebut. Kala itu, Kuhlan tinggal menetap di Pangalengan.

Namun, demi alasan memenuhi kebutuhan listrik dan cadangan air bersih untuk warga Bandung, akhirnya kawasan tersebut kemudian dijadikan danau atau dikenal pula sebagai Situ. Pembangunan Situ Cileunca memakan waktu yang cukup lama, yakni sekitar tujuh tahun. Tepatnya sejak 1919 hingga 1926 silam.

Tempat wisata di Pangalengan itu dibangun dengan membendung aliran Sungai Cileunca. Ini pula yang menjadi alasan penamaan bagi danau buatan tersebut. Sementara bendungannya kini diberi nama Dam Pulo.

Lantas apa istimewanya? Keistimewaannya adalah mengenai alat yang digunakan untuk membangun Situ Cileunca dan membendung sungai.

Konon, pembangunan Situ Cileunca dikomando oleh dua orang pintar yang dikenal sebagai Arya dan Mahesti. Di bawah komando kedua pria tersebut, wisata Pangalengan itu dibangun dengan menggunakan alat penumbuk padi, atau yang dikenal pula sebagai halu (alu). Ya, kamu tak salah baca.

Entah apa alasannya, tapi warga setempat justru lebih memilih alu ketimbang alat berat atau cangkul untuk menyelesaikan danau buatan tersebut. Inilah yang menjadi alasan mengapa legenda Situ Cileunca selalu menarik dan terasa misterius bagi penikmat alam dan budaya. Secara logis, nampaknya tidak masuk akal, kan.

Bagaimana bisa danau seluas 1400 hektare dengan kedalaman 17 meter dibuat hanya dengan menggunakan alu selama tujuh tahun. Sampai saat ini, jawaban atas pertanyaan itu masih menjadi rahasia yang belum bisa terungkap.

 

Menelan Banyak Korban 

Setelah pembangunannya selesai, kawasan ini langsung dijadikan sebagai tempat wisata oleh orang-orang Belanda di masa itu. Wisatawan biasanya datang ke danau untuk berenang atau sekadar menaiki perahu untuk berkeliling. Padahal saat itu, legenda Situ Cileunca masih belum terpecahkan,

Pada suatu waktu, sebuah kapal Belanda dilaporkan tenggelam di tempat wisata di Pangalengan ini. Kapal tersebut kabarnya dipenuhi orang-orang Belanda yang tengah berwisata keliling danau. Bangkai kapalnya baru dapat ditemukan pada 2015 lalu, selang berpuluh tahun dari waktu kejadian.

Bangkai kapal Belanda itu ditemukan warga secara tak sengaja ketika perbaikan bendungan Dam Pulo dilakukan. Kapal dengan panjang 1,8 meter itu diperkirakan memiliki bobot 500 kg dan terbuat dari logam. Kapal jadul itu kemudian disimpan di Camp Ground Citere.

Hal ini semakin memperkuat legenda Situ Cileunca yang selama ini hanya dianggap sebagai cerita-cerita ‘konon’ semata. Kamu boleh percaya atau tidak, tapi di luar legenda Situ Cileunca yang ‘ajaib’, rupanya danau ikonik Pangalengan ini menyimpan beragam mitos pula di dalamnya. Apa saja?

  • Mitos Rombongan Wayang yang Tenggelam di Dasar Danau

Mitos pertama yang akan kita ulas adalah cerita tentang pemain wayang beserta dengan sinden dan penabuhnya yang dikabarkan tenggelam di dalam danau. Cerita ini merupakan yang paling ramai dan paling sering diceritakan.

Menurut cerita yang beredar, warga setempat bahkan sering mendengar seperti ada suara pertunjukan wayang pada malam hari. Namun, saat ini, suara itu sudah jarang terdengar.

Salah satu alasannya adalah karena kawasan ini sudah mulai ramai, baik oleh warga maupun wisatawan. Apalagi di masa sekarang, di sekitar Situ Cileunca, kamu bisa menemukan banyak penginapan dan aktivitas wisata.

  • Siluman Dongkol dan Lulun Samak

Mitos kedua adalah tentang dua siluman, yakni Siluman Lulun Samak dan Siluman Dongkol. Menurut cerita warga, Siluman Lulun Samak memangsa korbannya dengan cara menggulung seperti samak atau tikar yang digulung.

Sementara Siluman Dongkol memiliki wujud berkepala kerbau. Meski begitu, kabarnya kedua siluman ini telah ‘pindah rumah’ ke Situ Bagendit dan Situ Patengan.

  • Tak Boleh Didatangi Warga Garut 

Mitos ketiga sekaligus terakhir adalah cerita bahwa Situ Cileunca tidak boleh dikunjungi oleh warga yang berasal dari Garut. Mitos tersebut kabarnya dimulai dari sebuah kisah yang menceritakan tentang sesosok penguasa danau yang bernama Abah Suta.

Abah Suta pernah bermusuhan dengan orang dari Garut. Kabar permusuhan tersebut kemudian menimbulkan efek dendam. Hal itu yang menyebabkan orang Garut dan keturunannya tidak diperbolehkan menyeberang atau bahkan datang ke Situ Cileunca. Menurut mitos yang beredar, apabila pantangan ini dilanggar, maka Abah Suta akan murka.

Ketika Abah Suta murka, perahu yang digunakan warga Garut akan tenggelam. Meski begitu, pada kenyataannya, ada saja orang-orang Garut yang datang dan berlibur ke Situ Cileunca. Ketiga mitos ini seakan menambah lengkap kesan mistis dan seru legenda Situ Cileunca yang beredar di masyarakat.

 

Situ Cileunca yang Mempesona

Berada di ketinggian 1550 mdpl, legenda Situ Cileunca yang misterius nampaknya tidak menghambat keinginan wisatawan untuk mencicipi pesonanya. Lanskap alam yang indah dikelilingi pepohonan rindang, kebun teh, serta hawa sejuk yang meliputinya justru menyempurnakan nuansa danau yang syahdu.

Ditambah lagi Jembatan Cinta yang menjadi penghubung antada Desa Pulosari dan Wanasari menambah elemen menarik dalam legenda Situ Cileunca. Karena menjadi salah satu tempat bertemunya pasangan-pasangan kekasih dari kedua desa dan menikmati quality time sambil memandang pemandangan danau yang mempesona. Dan tentunya, gratis!

 

Ragam Keseruan di Situ Cileunca

Foto: Instagram/@bandungtraveller_

Di luar dari legenda Situ Cileunca, mitos, dan misteri di dalamnya, tempat wisata ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Lanskapnya yang indah ditunjang dengan berbagai aktivitas seru dan akomodasi nyaman bikin Situ Cileunca selalu jadi buruan. Kamu bisa melakukan aktivitas ekstrem seperti outbond, flying fox, atau rafting di tempat ini lalu menuju Sungai Palayangan.

Mau yang lebih dekat dengan alam? Gampang, kamu bisa berkunjung ke perkebunan arbei dan stroberi. Di kebun tersebut, kamu bisa langsung memetik buah stroberi dan arbei yang segar dan manis.

Kamu tim rebahan? Tenang, ada berbagai opsi penginapan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kondisi kocek dan keinginan kamu. Mulai dari yang bentuknya tenda sampai kemping ala bangsawan alias glamping.

Seru sekali, kan! Kamu pasti jadi makin tidak sabar untuk datang langsung dan menikmati keindahannya. Karena itu, jangan tunggu lama-lama lagi. Langsung saja hubungi c-Rafting Pangalengan.

c-Rafting Pangalengan adalah operator wisata outdoor yang menyediakan beragam layanan menarik buat kamu yang suka jalan-jalan.Ada beragam aktivitas seru yang disediakan c-Rafting Pangalengan.

Ada offroad, rafting, flying fox, paintball, camping, dan masih banyak  aktivitas lainnya. Harganya pun sangat terjangkau. Duh, kapan lagi bisa piknik murah meriah tapi lengkap dalam satu tempat, kan.

Serunya lagi, c-Rafting Pangalengan juga menyediakan pilihan paket trip, aktivitas outbond, beserta penginapannya, lho. Untuk bisa mendapatkan semua keseruan dan kemudahannya, langsung saja cek paket wisata Pangalengan atau paket outbond lainnya yang tersedia.

Enggak usah ditunda-tunda, langsung saja booking jadwal perjalanan kamu supaya tak kehabisan slot. Siap jalan-jalan? (HR)